Senin, 27 Mei 2024

BPA Ungkap Peran Penting Pialang Asuransi dalam Program Employee Benefit


BICARA BISNIS
- Dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang dalam biaya perawatan kesehatan karyawan, peran jasa pialang dan konsultasi asuransi menjadi krusial.  PT  Barron  Pandu  Abadi  (BPA  Insurance  Broker)  memahami bahwa untuk mengelola manfaat karyawan dengan efektif, perusahaan membutuhkan akses kepada produk-produk   asuransi   yang   tepat   dalam   mendukung   program   kesejahteraan karyawan atau employee benefit.


Mengacu pada laporan terbaru Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), klaim asuransi kesehatan mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 20231. Tercatat, total klaim  asuransi  kesehatan  sebesar  Rp  20,83  triliun  hingga  Desember  2023  atau melonjak  24,9  persen  dari  tahun  sebelumnya.  Faktor utama pendorongnya adalah inflasi medis yang tinggi, meliputi harga fasilitas kesehatan, biaya perawatan rumah sakit termasuk biaya pelayanan, obat dan berbagai tes kesehatan.


Direktur Utama BPA, M.K. Rangganata, menyoroti pentingnya pengendalian biaya perawatan   kesehatan,   khususnya   asuransi   kesehatan   pekerja   yang   menjadi tanggungan perusahaan. Dalam konteks ini, BPA terus memperkuat posisinya dengan memberikan solusi asuransi kesehatan karyawan yang relevan, mengintegrasikan teknologi terbaru, dan beradaptasi dengan disrupsi di sektor kesehatan.


"Kami memahami bahwa untuk tetap menjadi mitra yang efektif bagi perusahaan dan karyawan, kami harus terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam teknologi terbaru dan proses yang efisien untuk memberikan layanan terbaik. Dengan cara ini, kami dapat membantu perusahaan mengelola biaya kesehatan yang semakin tinggi sambil memastikan kesejahteraan karyawan tetap menjadi prioritas," ungkap Rangganata di Jakarta, Senin (27/5/2024).


Salah satu contoh inovasi yang diterapkan oleh BPA adalah solusi serta layanan (pra dan   pasca)   employee   benefit   berbasis   digital,   mencakup   komparasi   proposal, pengecekan  manfaat  dan  budget serta pengecekan manfaat polis. Tujuannya agar program asuransi yang ditawarkan sangat bersaing dan kompetitif baik dari segi harga maupun kualitas. Bahkan, pengajuan dan pelacakan klaim juga bisa dilakukan secara digital, sehingga klaim bisa diproses dengan tepat dan transparan.


Employee  Benefit  Leader BPA, Dede Hikmat Adhari menambahkan, "Kami juga memperluas jangkauan produk asuransi kami untuk mencakup berbagai jenis perusahaan, termasuk asuransi kesehatan kumpulan bagi usaha kecil dan mikro (small and medium enterprises/ SME), yang bisa memberi manfaat pertanggungan mulai dari tiga karyawan dalam perusahaan. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai produk asuransi lain seperti asuransi kendaraan bermotor, perjalanan, properti hingga dana pensiun. Kami memastikan bahwa produk-produk ini dirancang sesuai dengan kebutuhan, sehingga memberikan perlindungan yang komprehensif."


BPA saat ini dipercaya untuk membantu program employee benefit bagi lebih dari 250 nasabah korporasi, yang mencakup lebih dari 18 ribu karyawan dan peserta. Perusahaan yang menjadi rekanan BPA datang dari lini bisnis atau industri yang berbeda-beda, beberapa di antaranya yakni perusahaan pertanian dan pangan multinasional dengan premi lebih dari Rp 15 miliar, perusahaan media, minyak dan gas, pertambangan, manufaktur, penerbangan hingga perbankan. Untuk memberikan manfaat asuransi terbaik sesuai dengan kebutuhan, BPA bekerja sama dengan lebih dari 40 perusahaan asuransi nasional dan internasional. (*/)




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram