Sanggar Seni Rasi, Sajikan 'Nginang Nganing' di Festival Budaya Napak Sire Belitung
BICARA PANGGUNG - Sanggar Seni Rasi akan tampil pada Festival Budaya Napak Sire, di kawasan wisata pantai tanjung pendam, Kabupaten Belitung. Acara yang diselenggarakan oleh Ligat Belitung Production dijadwalkan berlangsung pada 22-24 Mei 2026.
Sanggar Seni Rasi yang merupakan unit kegiatan di bawah naungan CV. Rasiklopedia akan menampilkan sebuah karya tari berjudul NGINANG NGANING dengan koreografer Lucky Ilva Jazanurya.
"Tim yang akan berangkat berjumlan 10 orang. Terdiri dari 1 koreografer, 1 dramaturg, 2 tim produksi, dan 6 penari. Kesempatan tampil ini melalui proses kurasi oleh pelaksana, hingga sanggar seni Rasi dinyatakan berhak tampil di acara yang termasuk dalam 125 Kalender Karisma Event Nusantara 2026," Beber Medi Saputra (Rabu, 20/05/2026).
"Program pementasan ke luar kota, merupakan program yang dirancang sanggar seni rasi untuk dapat berinteraksi dengan budaya lain, sekaligus mengenalkan kebudayaan Jambi. Besar harapan kegiatan interaksi budaya ini mendapat do'a dan dukungan dari berbagai pihak," Tambahnya.
Tim akan berangkat melalui jalur udara via Palembang "Semoga kegiatan ini dapat menciptakan silaturahmi antar pegiat seni dan edukasi dari keberagaman budaya yang ada di Indonesia," Pungkasnya.
Selain lolos sebagai penampil, 2 tim juga telah dinyatakan menjadi finalis pada kompetisi tari dan musik yang menjadi rangkaian acara festival budaya napak sire.
Adapun tim yang berangkat:
Koreografer: Lucky Ilva Jazanurya
Dramaturg: Medi Saputra
Tim Produksi: Febrio, Ananda Ikhsan
Penari: Aprilia Hartifaralda, Chyntia Dewi Putri, Nabila, Kaila Az Zahra, Tri Alda Zahra, Repita Nuringtyas
Tentang karya NGINANG NGANING
Karya ini merupakan narasi gerak yang memotret realitas sosial masyarakat Melayu Jambi melalui tradisi menyirih. Judul "Nginang Nganing" diambil dari perpaduan aktivitas nginang (mengunyah sirih) dan nganing yang dalam dialek lokal berarti mendengarkan. Karya ini mengeksplorasi estetika sekaligus esensi spiritual dari tradisi tersebut, dengan landasan onomatope bunyi dari aktivitas mengunyah sirih yang ritmik. Sebuah permainan kata yang menyiratkan proses mendengar, mengingat, dan merasakan.
"Nginang Nganing" adalah sebuah perayaan atas kegembiraan sederhana. Tidak sekadar menggambarkan aktivitas fisik mengunyah sirih, pinang, dan gambir, melainkan membedah makna di dalam cerano atau tepak sirih sebagai simbol penyambutan, perekat persaudaraan, dan tanda hormat. Karya ini ingin menunjukkan bahwa di balik kerutan wajah dan tradisi yang kian menua, terdapat tawa yang selalu awet muda serta ikatan persaudaraan yang lekat erat sekuat lekatnya kapur pada daun sirih.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom


