Tuesday, June 9, 2026

Peran Baru, AI Kini Bantu Ambil Keputusan Finansial


BICARA TEKNOLOGI
- Indonesia tengah memasuki fase percepatan transformasi digital yang ditandai oleh meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor kehidupan. Dengan lebih dari separuh populasi berada di usia produktif dan generasi Z menjadi kelompok terbesar penentu arah ekonomi nasional, kompetensi masa depan tidak lagi sekadar tentang melek digital, melainkan penguasaan terhadap artificial intelligence (AI).


“AI kini telah menjelma menjadi infrastruktur baru yang mengubah cara manusia bekerja, belajar, berinvestasi, hingga mengambil keputusan finansial,” ungkap President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).


Terlebih, dia melanjutkan, saat dunia sedang memasuki era baru yang ditentukan oleh kecerdasan buatan, imbuhnya, AI bukan lagi teknologi masa depan. AI telah menjadi infrastruktur baru yang mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, berinvestasi, bahkan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam investasi.


Hari ini, generasi muda Indonesia menghadapi realitas makroekonomi yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Di tengah gempuran inflasi global yang menggerus daya beli, mereka juga dikepung oleh ancaman digital yang agresif, mulai dari penipuan siber canggih, maraknya judi online, fenomena FOMO (fear of missing out), hingga jebakan skema cepat kaya di media sosial.


Akibatnya, banyak anak muda mampu menghasilkan uang, namun gagal mengelola dan melindunginya. Pihaknya melihat kondisi ini sebagai tantangan nasional yang krusial.


"Tanpa literasi finansial yang kokoh, generasi muda berisiko terjebak menjadi konsumen teknologi, bukan pencipta nilai ekonomi. Oleh karena itu, kami membangun formula transformasi yang terintegrasi secara linear, yakni generasi muda Indonesia ditambah literasi finansial dan artificial intelligence menghasilkan ketahanan ekonomi nasional," jelas dia.


Karena itu, pihaknya menginisiasi gerakan edukasi untuk generasi muda. Dengan ini, pihaknya menegaskan sebuah paradigma baru, yakni AI bukan hanya milik para insinyur, programmer, atau raksasa teknologi. AI adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemuda di pelosok negeri untuk mengelola, mengembangkan, dan melindungi masa depan finansial mereka.


"Di sini, investasi hanyalah kendaraan awal, sementara tujuan utamanya adalah melahirkan generasi baru Indonesia yang cerdas finansial, melek AI, adaptif, serta siap memimpin era ekonomi digital global," jelas dia.


sumber: beritasatu.com



Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com