Sudut Lain Pementasan "ORANG ASING" oleh Sanggar Rasi
Konsep Pertunjukan: Realisme di Tengah Keterbatasan
Mengusung realisme sebagai konsep pertunjukan, pementasan ini berupaya merekonstruksi realitas kehidupan di atas panggung seakurat mungkin sesuai dengan kenyataan sehari-hari. Melalui pendekatan realistik, penonton tidak hanya disajikan narasi fiktif yang imajinatif, melainkan dihadapkan langsung pada sebuah tragedi kemanusiaan yang bersifat faktual dan empiris.
Namun dalam pelaksanaannya, proses produksi ini menghadapi kendala terbatasnya infrastruktur dan fasilitas pertunjukan teater yang memadai di Jambi. Medi Saputra selaku sutradara mengambil langkah tegas untuk tetap mengedepankan konvensi realisme, meski harus menggunakan panggung teater arena.
"Saat ini Jambi hanya memiliki satu-satunya ruang pertunjukan yang mampu mendukung kualitas pementasan, yaitu teater arena Taman Budaya Jambi. Pada akhirnya, sutradara mencoba menyiasati dan mengubah panggung arena tersebut seolah menjadi panggung proscenium dengan segala konsekuensinya," Ujar Medi Saputra
Produksi Mandiri dan Semangat Kolektif
Dari sudut pandang manajemen, berbagai bahan publikasi yang diedarkan hanya mencantumkan satu logo, yaitu Sanggar Seni Rasi. Hal ini menandakan bahwa pementasan ini merupakan produksi tunggal tanpa kerja sama sponsor dari pihak luar.
Berdasarkan poster yang beredar, pendukung kegiatan ini murni hanya gedung pertunjukan sebagai fasilitator, serta penonton yang membeli tiket sebagai apresiator.
Febrio, selaku direktur dari Rasiklopedia (lembaga usaha yang menaungi Sanggar Seni Rasi), menjelaskan bahwa konsep produksi kali ini murni bertujuan untuk menunjukkan hasil proses yang telah dilalui oleh Sanggar Seni Rasi.
"Semua bermodal nekat, berdasarkan kemauan dan komitmen untuk menjalankan ini secara bersama-sama. Satu-satunya harapan hanya terpenuhinya kuota penonton yang mengapresiasi dengan membeli tiket untuk menutupi semua modal yang telah dikeluarkan," ungkap Febrio.
Febrio juga menambahkan bahwa melalui produksi ini, mereka ingin membuktikan bahwa berkarya dalam kesenian tidak selalu harus menyiapkan modal yang besar. Selama ada kemauan, tentu ada jalan.
"Pada akhirnya, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar. Di setiap sesinya, kuota penonton terpenuhi sehingga gedung pertunjukan terasa penuh namun tidak sesak," Tambah Febrio.
Hal ini membuat kualitas menonton menjadi khidmat dan nyaman. Suasana kondusif ini selaras dengan konsep realisme yang diusung, di mana tingkat fokus dan apresiasi penonton menjadi dimensi utama demi keberhasilan pementasan.
Tim Produksi & Kerabat Kerja
Para Pemeran (Cast):
Ahmad Zaed Abdul Aziz sebagai Orang Asing
Dhika Kekoq sebagai Bapak
Nakia Fiona sebagai Ibu
Desya Najla sebagai Lehak
Febrio sebagai Bujang
Ilham Pahlevi sebagai Tukang Warung
Oscar Orlanda sebagai Anak Tukang Warung
Tim Produksi & Artistik:
Sutradara: Medi Saputra
Pendamping Keaktoran: Husni Thamrin
Penata Artistik: Agata Megumi
Tim Artistik: Ananda Ikhsan & Fardan Mahobi
Penata Cahaya: Fery Apryan
Penata Musik: Kiki Andrian
Operator Musik: Very Gomez
Penata Rias & Busana: Rasi Project
Harapan dan Masa Depan Teater Jambi
Melalui pementasan ini, Sanggar Seni Rasi menaruh harapan dan mimpi besar agar suatu hari nanti Provinsi Jambi memiliki ruang pertunjukan yang representatif dan memadai untuk berbagai genre pementasan.
Sudah saatnya para pengkarya tidak lagi harus selalu mengalah, berkompromi, atau memeras otak hanya untuk menyesuaikan konsep ideal mereka dengan keterbatasan bentuk panggung yang tersedia.
Sebaliknya, infrastruktur yang mumpuni harus hadir agar para seniman memiliki kebebasan penuh dalam memilih dan memilah—mulai dari konsep, gaya pertunjukan, hingga bentuk pemanggungan yang paling sesuai dengan visi artistik mereka. (*/Foto:Zerri Mailando Putra)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom



