INCUNG asal Kota Sungai Penuh #PusparagamNegeriku di Taman Budaya Jambi
BICARA SENI - Panggung Pusparagam Negeriku di Taman Budaya Jambi, Minggu (2/08/2026) dari Kota Sungai Penuh.
Jangan Lewatkan untuk pagelaran, Senin (3/08/2026) dari kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun.
Pusparagam Negeriku merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Jambi pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2026, sebagai upaya pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan pemanfaatan warisan budaya daerah.
Kegiatan ini menghimpun berbagai mata acara yang saling melengkapi sebagai bentuk perayaan kekayaan seni dan budaya Provinsi Jambi.
Pusparagam Negeriku bukan sekadar sebuah festival seni dan budaya, melainkan ruang bersama untuk merayakan keberagaman, memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Karena pada hakikatnya, tak kenal tradisi, tak sayang dengan budaya.
INCUNG: Meniti Aksara, Koreografer: Gong Buleuh Alam Sakti x Uluk Ngoh
Komunitas Gong Buleuh Alam Sakti
Suku bangsa Kerinci yang secara geografis berada di provinsi Jambi yang tersebar di wilayah administratif Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci yang dikenal memiliki Warisan Budaya Tak Benda Aksara Kuno yang biasa disebut dengan Aksara Incung yang menjadi bukti kecerdasan, identitas, serta peradaban masyarakat Suku Bangsa Kerinci pada masa lampau yang digunakan sebagai media pencatatan berbagai aspek kehidupan, mulai dari adat istiadat, hukum, sejarah, hingga nilai-nilai spiritual yang ditorehkan pada media tanduk yang biasa disebut (Tambo Tanduk Bertuliskan Rencong).
Interpretasi pertunjukan menjelaskan peranan aksara incung yang dibagi menjadi tiga bagian :
1. Jejak Leluhur
Menggambarkan Sejarah Aksara Incung yang mulanya sebagai pencatatan silsilah suatu garis keturunan (tambo) yang dituliskan melalui media tanduk.
2. Aksara yang terlupakan
Menggambarkan Pengaruh dari lintas perdagangan dan upaya penyebaran islam di suku bangsa kerinci, memunculkan konflik untuk berupaya menghilangkan aksara yang bertuliskan garis keturunan di media tanduk (Tambo). Konflik yang terjadi memunculkan kekuatan dan kesadaran masyarakat suku bangsa kerinci untuk terus mempertahankan serta mengembangkan aksara incung dalam tradisi dan kehidupan sehari-hari.
3. Transformasi Aksara
Menggambarkan Proses transformasi Aksara Incung ke dalam bentuk media yang lebih luas berupa media pembelajaran, media batik, dan produk lainnya.
4. Modernisasi Aksara
Menampilkan hasil produk aksara incung sebagai media pembelajaran yang menarik dan inovatif serta dikembangkan menjadi berbagai produk ekonomi kreatif seperti batik dan produk lainya
Melalui karya yang berakar dari Aksara Incung ini, diharapkan tercipta ruang dialog antara tradisi dan inovasi, sehingga warisan budaya tidak hanya menjadi artefak sejarah yang tersimpan dalam ingatan, tetapi juga hadir sebagai inspirasi yang hidup, berkembang, dan memberikan makna bagi generasi masa kini maupun masa depan.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom




