Selasa, 04 Agustus 2026

Sabung Ayam di Sabak Timur Ditutup, Warga Bantah Tudingan Adanya Bekingan Aparat


BICARA HUKUM
– Sebuah video yang beredar luas di media sosial menyebut nama salah satu anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terkait dugaan adanya beking terhadap aktivitas sabung ayam di Kecamatan Sabak Timur. 


Menanggapi polemik tersebut, lokasi yang diduga menjadi arena sabung ayam telah ditutup oleh pihak kepolisian pada Minggu (2/8/2026).


Penertiban dilakukan melalui pembongkaran dan pembakaran bangunan yang diduga digunakan sebagai arena sabung ayam. Kegiatan tersebut melibatkan tokoh pemuda setempat bersama personel Polsek Sabak Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sabak Timur.


Salah seorang warga setempat, Andi, menegaskan bahwa aktivitas sabung ayam di wilayah tersebut tidak memiliki izin resmi, namun juga tidak pernah mendapat perlindungan ataupun bekingan dari aparat kepolisian sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.


“Sabung ayam di sini bukan kegiatan yang berlangsung setiap hari atau setiap minggu. Tradisi ini hanya dilakukan saat ada pesta pernikahan, biasanya mulai H-4 sebelum acara dan berlangsung sekitar dua hingga tiga hari,” ujarnya.


Andi juga membantah tudingan yang menyebut adanya keterlibatan anggota Polres Tanjabtim dalam aktivitas tersebut.


“Apa yang saya lihat di video viral yang menyebut salah satu anggota Polres Tanjabtim sebagai beking itu tidak benar. Tidak pernah ada bekingan dari pihak mana pun,” tegasnya.


Menurutnya, masyarakat setempat juga tidak merasa terganggu dengan tradisi tersebut karena pelaksanaannya tidak rutin. Dalam satu bulan belum tentu ada pesta pernikahan, bahkan terkadang baru digelar satu kali dalam dua bulan.


Sementara itu, Randi, seorang pemuda Desa Siau yang turut berada di lokasi saat kegiatan penertiban berlangsung, mengatakan bahwa bangunan yang sebelumnya berdiri di lokasi telah dibongkar bersama warga.


“Kami sudah membersihkan dan membongkar seluruh bangunan yang ada di lokasi,” katanya.


Pantauan warga pada Selasa (4/8/2026) menunjukkan lokasi tersebut telah bersih tanpa adanya pondok maupun bangunan yang sebelumnya diduga digunakan sebagai arena sabung ayam.


Meski demikian, warga menyayangkan munculnya informasi yang menuding arena tersebut mendapat bekingan dari aparat kepolisian. Mereka menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.


Warga kembali menekankan bahwa tradisi sabung ayam hanya digelar menjelang pesta pernikahan selama dua hingga tiga hari dan selama pelaksanaannya tidak pernah menimbulkan keributan maupun gangguan keamanan di lingkungan sekitar.(Gun)




.............
Agar kami terus tumbuh dan selalu sajikan informasi bermanfaat. Dukung bicarajambi.com, klik disini: TRAKTIR KOPI https://trakteer.id/hendry_noesae/gift

Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN

Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com

.....
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman hidup agar manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, Bacalah disini 114 Surat 30 Juz: Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap