Fitnah! Bantah Rendra, atas Viralnya Dugaan Hubungan Sejenis Dia dan Sopir Pribadi
BICARA PERISTIWA- Beberapa hari terakhir, nama Mohd Rendra Ramadhan Usman anggota DPRD Provinsi Jambi kembali ramai di media sosial.
Ia diseret dan diviralkan oleh mantan istrinya bernama Drg. Winda Irzalina Pratiwi, pegawai di RSUD Ahmad Rifin Muaro Jambi. Winda menuduh Rendra menjalin hubungan terlarang dengan stafnya.
"Tidak ada sedikit pun hubungan di luar hubungan profesional antara saya dan staf saya bernama Ode Firly Daiya," kata Rendra yang disampaikan Ramadhani, selaku Staf Khusus Rendra, Senin, 14 September 2026.
Bagi Rendra, luka itu tidak berhenti di dirinya. Fitnah itu merembet. Mengoyak kehormatan keluarga besar, dan ikut mencoreng nama baik partai keadilan sejahtera (PKS). Padahal saat ini, PKS tengah gencar menginisiasi pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan LGBT.
"Saya memahami bahwa perpisahan bisa menimbulkan luka dan kekecewaan. Namun menjadikan fitnah sebagai alat untuk menjatuhkan nama baik saya, keluarga besar, dan PKS, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan," kata Ramadhani.
Saat ini, pertarungan hukum mereka masih berlanjut di tingkat kasasi. Rendra mengaku pasrah dan menghormati proses di pengadilan. Namun menurutnya, ada satu hal yang jauh lebih berat dari semua berkas perkara itu.
"Yang paling menghancurkan sejak Februari 2026 saya tidak lagi bisa bertemu anak. Hingga September ini, bahkan tidak tahu di mana keberadaannya," begitu isi pernyataan Rendra yang disampaikan Ramadhani.
Sebagai ayah, dipisahkan dari darah daging sendiri adalah hukuman yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Rendra bilang unggahan viral itu muncul karena ada tuntutan finansial yang tidak dipenuhi. Selama masa pernikahan, Rendra mengaku telah berupaya maksimal menjalankan kewajiban sebagai suami.
Ia membangun rumah atas nama Winda, mengurus dua sertifikat tanah juga atas nama Winda, hingga menghabiskan seluruh tabungan hidupnya dan bahkan meminjam uang kepada saudara kandung demi kelancaran itu. Hingga kini, sisa utang pembangunan rumah tersebut masih sekitar Rp200 juta.
Bukan hanya itu, usaha kolam pemancingan yang sudah dirintis Rendra jauh sebelum menjadi anggota DPRD kini terpaksa dilelang oleh bank. Ia juga memberangkatkan kedua orang tua Winda untuk umrah, melunasi utang pinjaman online atas nama Winda sebesar Rp37 juta, serta melunasi utang kendaraan milik mantan istrinya tersebut.
"Dua minggu setelah utang Pinjol itu saya lunasi, Winda justru punya utang Pinjol baru lagi. Saya tidak tahu semua uang itu dipakai untuk apa. Saat ditanya, tidak ada jawaban yang jelas," ucap Rendra melalui Ramadhani.
Semua pengorbanan itu dilakukan Rendra karena memegang teguh prinsip pernikahan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta janji di hadapan Allah SWT. Ia percaya memberi kesempatan dapat mengubah seseorang.
"Agar kelak anak kami tahu bahwa Baba (ayah) pernah berjuang," kata Rendra melalui Ramadhani.
Namun, kenyataan pahit muncul saat Rendra memeriksa catatan keuangan Winda lewat SLIK OJK. Hatinya kembali runtuh. Ternyata masih terdapat utang yang tidak diketahui nilainya mencapai Rp800 juta.
Seringkali selama enam tahun berumah tangga, Rendra mendengar kata cerai langsung dari mulut Winda. Bahkan sampai tiga kali. Tiga kali juga menahan dan diam. Karena Rendra takut anaknya kehilangan sosok ayah. Namun puncaknya datang ketika harga diri seorang suami makin diinjak-injak. Ketika Winda mau mencari suami pria lain yakni dengan dokter spesialis. Termasuk menemukan foto Winda bergandengan dengan pria lain, jauh sebelum putusan pengadilan agama.
"Nyatanya, semua pengorbanan itu berbalik menjadi luka ketika tidak diiringi rasa syukur," lanjut Rendra melalui Ramadhani.
Saat ini, Rendra menghormati proses hukum kasasi yang Winda ajukan dan sekarang sedang berjalan. Biarlah hukum yang bicara, terlebih dalam putusan sebelumnya, hak asuh anak telah jatuh ke tangan Rendra.
Kepada masyarakat Jambi yang terganggu dengan isu ini, Rendra menyampaikan permohonan maaf yang tulus. Terkait penyebaran fitnah yang sudah meluas, ia tidak tinggal diam.
"Jalur hukum telah kami tempuh. Pagi tadi kami sudah melapor ke Polda Jambi. Langkah ini bukan sekadar membela diri, namun agar tidak ada lagi keluarga lain yang hancur karena fitnah serupa," tegas Ramadhani mengakhiri pernyataan Rendra.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
