Sajikan karya 'PAN~// CATWALK' Erasmus Huis Boyong Zwermers asal Belanda ke Jambi
BICARA SENI - Lembaga kebudayaan kedutaan besar Belanda, Erasmus Huis-Jakarta. Untuk kesekian kalinya Kembali hadir membawa pergelaran seni. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Erasmus Huis tampilkan materi tidak di dalam gedung teater Arena, namun di lapangan rumput halaman Taman Budaya Jambi (Selasa, 15/09/2026).
Sebelumnya, Erasmus Huis, pernah membawa Koreografer kontemporer Belanda Arno Schuitemaker dalam pertunjukan tari “If You Could See Me Now”. Lalu Bully bully Teatre Maas en Dans disutradarai oleh RenĂ© Geerlings dimainkan oleh Sanne Bokkers dan Sue Ann Bell, Musisi Jazz yaitu Tom Van Der Zaal Quartet, dan Pertunjukan Musik Pop ‘Kay Slice’
Hadir apresiator menyasikan dari berbagai kalangan, komunitas seni, baik pelajar hingga penggiat seni di Kota Jambi. Tampak juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi Mariani Yanti, S.P., MDM., Ph.D, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi Jambi Imron Rosyadi, S.Sos., M.Si.
"Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terkait hadirnya pergelaran PAN~// CATWALK, yang dibawa Lembaga kebudayaan kedutaan besar Belanda, Erasmus Huis-Jakarta. Terima kasih Muaro Art Kreatif yang telah menyiapkan dengan baik," Ungkap Imron Rosyadi, saat menyampaikan kata sambutan.
"Semoga kerja sama dengan Erasmus Huis, terus terjaga baik kedepannya. Terima kasih untuk semua pihak," Tutup Imron Rosyadi.
Disamping itu, Bob Wardhana Project Manager Dutch Culture Center Erasmus Huis, juga sampaikan apresiasinya kepada semua pihak.
"Saya berterima kasih tentunya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi, Muaro Art Kreatif, Kepolisian Republik Indonesia Daerah Jambi besera jajarannya, dan semua pihak yang turut menyukseskan hadirnya PAN~// CATWALK oleh Zwermers," Ucap Bob Wardhana.
Turut tampil sebagai pergelaran pembuka pada rangkaian kegiatan ini yaitu komunitas tari UKAR DANCE, pimpinan Putra Mahardhika.
Di Organizer Muaro Art Kreatif, PAN~// CATWALK, menyuguhkan dua pemeran yang hanya melakukan aktivitas mengganti berbagai jenis pakaian untuk di segala kondisi serta Waktu. Pemeran tidak mengeluarkan suara apapun, hanya sesekali melempar senyum kepada penonton.
Dalam aktivitas tersebut, penonton dapat membaca pesan bahwa setiap kita merubah pakaian dan mengenakan maka ada cerita yang di selalu dihadirkan, ada kenangan yang tertinggal, walau hanya sesaat.
Ada 40 Kostum dari masing-masing pemeran yang dipakai bergantian, dengan durasi lebih kurang 1 jam, serta diiringi musik biola.
Secara sadar maupun tidak, kita membentuk diri kita melalui pakaian yang kita kenakan. Dari jaket denim usang hingga gaun mewah yang berkilau, pakaian mengekspresikan perasaan kita, apa yang kita perjuangkan, dan identitas kita.
Pan~// Catwalk adalah pertunjukan tentang kecenderungan manusia untuk memberi label dan menilai berdasarkan penampilan.
Zwermers yang berasal dari Tilburg, Belanda, menciptakan karya multidisiplin yang mengeksplorasi pakaian, gender, dan identitas. Kolektif ini merayakan keberagaman ekspresi manusia melalui pertunjukan dan seni instalasi.
Penampil: Inez Wolters, Paul van de Waterlaat, Musisi: Wouter de Belder, dan Teknisi: Sander Verbiest.
"Kami dari Muaro Art Kreatif, menyampaikan terima kasih tentunya kepada Erasmus Huis yang kembali datang ke Jambi. Kepada Dinas pariwisata dan Kebudayaan provinsi Jambi, Taman Budaya Jambi, Dinas Kesehatan kota Jambi, Pihak kepolisian mulai dari Polsek Telanaipura, Bagian Operasional Polresta Jambi hingga Direktorat Intelkam - Kepolisian Daerah Jambi, bicarajambi.com, dan semua pihak," Tutur Raja Rizki Maylando, Muaro Art Kreatif.
Erasmus Huis
Dari berbagai referensi yang dikutip bicarajambi.com (Selasa, 15/09/2026) Erasmus Huis adalah pusat kebudayaan Belanda di Jakarta, Indonesia. Terutama karena acara musik, akustik ruangan yang bermutu dan letaknya yang cukup strategis, Erasmus Huis berhasil membangun reputasi sebagai pusat kebudayaan yang aktif dan berjalan dengan baik. Namun, acara Erasmus Huis tidak hanya berfokus pada musik saja. Erasmus Huis juga menggelar pameran, pemutaran film serta ceramah.
Erasmus Huis tidak saja mempersembahkan budaya Belanda, tetapi ingin memberikan ruang bagi seni, seniman dan kelompok Indonesia. Oleh karena itu, banyak acara musik klasik yang diselenggarakan oleh organisasi musik Indonesia. Di samping itu, Erasmus Huis juga menjadi tempat diadakannya sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat kebudayaan asing lainnya. Sebagian besar acara di Erasmus Huis tidak dipungut biaya.
Belanda sangat menghargai kerjasama budaya dengan Indonesia. Ini tentu saja sebagian berkaitan dengan ikatan historis antara kedua negara serta Belanda ingin ikut dalam pelestarian ‘warisan budaya bersama’ di Indonesia. Di samping itu, Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi sejumlah besar seniman muda Belanda, sehingga menghasilkan pertukaran seniman dan kelompok. Ini merupakan latar belakang didirikannya Erasmus Huis pada 1970.
Lembaga yang dibuka oleh Pangeran Bernhard ini awalnya menempati sebuah rumah di Jalan Menteng Raya 25 di Jakarta. Di tempat itu digelar berbagai kegiatan budaya seperti ceramah, diskusi, pameran, konser, pemutaran film dan kursus bahasa Belanda (kini berada di bawah Erasmus Taalcentrum) dengan tokoh-tokoh penting dari dunia budaya Belanda dan Indonesia. Segera tampak dengan jelas bahwa dibutuhkan sebuah gedung yang lebih besar lagi untuk dapat menampung segala kegiatan.
Pada tahun 1981 Erasmus Huis menempati gedung di sebelah bangunan baru Kedutaan Besar Belanda di daerah perkantoran dan perbankan di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Di gedung baru ini, program Erasmus Huis mulai mendapatkan bentuk. Erasmus bekerja sama erat dengan sekolah musik, sekolah seni, museum, galeri serta lembaga budaya lainnya di Indonesia. Dengan berjalannya waktu, Erasmus Huis berkembang menjadi sebuah pusat kebudayan yang penting bagi iklim budaya di Jakarta dan di luarnya.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom



.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)


