Juara Baru! ARUNDAYA Merebut Mahkota 'Lah Puar Jelupung Tumbuh' dari Tirtha Jala
BICARA PANGGUNG - Festival dan gelar seni tari ‘Lah Puar Jelupung Tumbuh XIV’ yang diselenggarakan Sanggar Sekintang Dayo (Senda) hadirkan sang juara baru.
Festival ‘Lah Puar Jelupung Tumbuh’ ke-14 ini berlangsung pada 16-18 Oktober 2026, di Gedung Teater Arena, Taman Budaya Jambi, Jalan Sei Arbai I, Sungaikambang, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
"Arundaya berhasil meraih mahkota tertinggi setelah bertarung kreatif menghadapi 32 Peserta yang tercatat mengikuti Festival ‘Lah Puar Jelupung Tumbuh’ ke-14 dari kabupaten/kota se-provinsi Jambi," Terang Ristira Argawani, selaku penanggung jawab produksi (Minggu, 18/10/2026)
Juri yang terdiri dari 1. Puji Lestari, S.Sn; 2. Hartati, S.Kar M.Hum; 3. Indra Gunawan, S.Sn M.Sn, memutuskan Arundaya sebagai juara umum yang artinya memboyong piala bergilir dari Dinas Kebudayaan dan pariwisata provinsi Jambi.
PEMENANG PIALA BERGILIR KEPALA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROV JAMBI: ARUNDAYA
KATEGORI REMAJA
TERBAIK I KATEGORI REMAJA: ARUNDAYA
TERBAIK II KATEGORI REMAJA: CEWAART A
TERBAIK III KATEGORI REMAJA: THIRTA JALA
FAVORIT I KATEGORI REMAJA: SANGGAR GADIS BEGAWE
FAVORIT II KATEGORI REMAJA: CEWAART B
FAVORIT III KATEGORI REMAJA: MAN 2 KOTA JAMBI
KATEGORI ANAK-ANAK
TERBAIK I KATEGORI ANAK: SANGGAR SENI BEKSAN KRISANTI (Tebo)
TERBAIK II KATEGORI ANAK: DARAWARSA
TERBAIK III KATEGORI ANAK: CEWAART KIDS
FAVORIT I KATEGORI ANAK: NAWASENA
FAVORIT II KATEGORI ANAK: SDN 66 KOTA JAMBI
FAVORIT III KATEGORI ANAK: SWARASA TANI
Pada prosesi penutupan atau acara Puncak Lah Puar Jelupung Tumbuh XIV, tampak turut dihadiri selain Eri Argawan selaku pimpinan Sekintang Dayo, Dinas Kebudayaan dan pariwisata provinsi Jambi, Badan pelestarian kebudayaan (BPK) Wilayah V, Taman Budaya Jambi, seniman, penggiat dan pelaku seni serta tamu undangan lainnya.
Festival dan Gelar Tari 'Lah Puar Jelupung Tumbuh XIV' tahun 2026 turut didukung Sendja Community (Seco), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jambi dan UPTD Taman Budaya Jambi.
Istilah "Lah Puar Jelupung Tumbuh" diambil dari filosofi lokal Jambi yang menggambarkan tumbuhnya kreativitas anak negeri yang penuh makna, nilai kehidupan, dan semangat pelestarian budaya.
Awal Penyelenggaraan tahun 2012, dirintis sebagai pagelaran seni kolosal dan sosiodrama yang mengangkat perjalanan sejarah Melayu Jambi. Pada tahun-tahun awal, festival difokuskan untuk memfasilitasi anak-anak dan remaja berbakat di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Beberapa referensi mencatat bahwa Sanggar Tari Sekintang Dayo adalah salah satu wadah seni pertunjukan terbesar di Kota Jambi, yang berlokasi di Taman Budaya Jambi, Sungai Kambang.
Didirikan secara resmi pada 5 Oktober 1993, Diprakarsai oleh koreografer Eri Argawan bersama beberapa seniman lokal Jambi lainnya, seperti Edy Mulyadi Yogiswara (EM Yogiswara), Jayusman, Ilyan Tamara, Herry Muzhar, Adriamel, dan Suradi.
Kata "Sekintang" berarti ukuran atau timbangan yang sangat kecil, sedangkan "Dayo" berarti daya atau tenaga. Secara filosofis, Sekintang Dayo diartikan sebagai "berjuang sekuat tenaga meskipun dengan daya atau kekuatan yang kecil" untuk menghidupkan dan melestarikan tradisi di tengah lingkungan perkotaan
Sanggar seni sekintang dayo Jambi merupakan salah satu wadah tempat penyaluran bakat seni generasi muda. Sanggar seni sekintang dayo jambi bergerak dibidang seni pertunjukan yang meliputi Tari, Musik dan Teater.
Berbagai kegiatan dan aktivitas telah dilakukan secara rutin, seperti, pembinaan dan pelatihan seni dan budaya Jambi yang sasaran umumnya adalah anak-anak dan para remaja yang kreatif. Sebagai agenda rutin tahunan Sanggar Seni Sekintang Dayo Jambi melaksanakan kegiatan “Festival dan Pagelaran Tari Lah Puar Jelupung Tumbuh”. (*/HN)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom

.jpeg)
.jpeg)