Kamis, 22 Oktober 2026

Tarikalisasi Puisi, Keresahan Sanggar Seni Rasi di Panggung Pertunjukan


BICARA PANGGUNG
- SANGGAR SENI RASI sukses melaksanakan gelar seni pertunjukan bertajuk TARIKALISASI PUISI. Kegiatan ini merupakan program fasilitasi komunitas dalam ajang gelar seni oleh UPTD Taman Budaya Jambi, 21 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. 


Tampak para apresiator seni masuk satu per satu ke dalam Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi tempat berlangsungnya acara tersebut. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa, namun apresiator berasal dari beragam latar belakang yang berbeda. 


Turut hadir pejabat instansi terkait dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Balai Bahasa Provinsi Jambi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi. Juga tampak terlihat para seniman, koreografer, sastrawan, dan budayawan yang turut hadir mengapresiasi.


TARIKALISASI PUISI merupakan program lanjutan yang sebelumnya sukses dilangsungkan pada tahun 2025 dengan format Festival Tari Tunggal. Rasiklopedia (Lembaga yang menaungi Sanggar Seni Rasi) pada tahun tersebut berhasil mendapat dukungan fasilitasi komunitas sastra oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia.


Tarikalisasi Puisi hadir berkat keresahan sang inisiator bernama Medi Saputra, yang juga merupakan salah satu pendiri dan juga Pembina Sanggar Seni Rasi sampai saat ini. 


"jika puisi dijadikan drama, maka umum disebut Dramatisasi Puisi. Jika puisi dijadikan musik, maka disebut Musikalisasi Puisi. Namun bagaimana jika puisi ditarikan? Tidak ada istilah atau penyebutan pasti, sekalipun di cek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia," Ungkapnya. 







Berdasarkan itulah Medi Saputra mencanangkan sebuah inovasi baru dalam dunia seni pertunjukan dengan sebutan Tarikalisasi Puisi. Sebuah disiplin ilmu yang coba digabungkan antara sastra dan tari, yang kemudian dibentuk menjadi sebuah format yang memiliki konvensi.


Sanggar Seni Rasi menyuguhkan 4 penampilan Tarikalisasi Puisi dengan format yang beragam. Penampilan pertama dibuka oleh penampilan tari Tunggal oleh M. Rahul, sang juara Festival Tari Tunggal Tarikalisasi Puisi Jambi tahun 2025. 


Ia menampilkan puisi berjudul AKULAH MELAYU YANG TAK PERNAH TIDUR karya Utomo Soconingrat. Diiringi petikan gambus oleh Tuan Tele dan puisi yang dibacakan secara langsung oleh Medi Saputra. Dilanjutkan dengan penampilan kedua berjudul KUDEKAP KUSAYANG-SAYANG sebuah puisi karya EMHA AINUN NADJIB yang dibawakan dengan format kelompok kecil.


Penampilan ketiga hadir puisi SONETA LAUT karya Subagio Sastrowardoyo dengan format duet. Menariknya pada penampilan ini menggunakan puisi yang sudah menjadi musikalisasi puisi Garapan Iman Rifaldi (Syair Pindah Rumah). 


Di latar belakang tayang tim musikalisasi puisi SMA Negeri 1 Kendari, yang pernah membawakan puisi tersebut sebagai Juara Pertama Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, mewakili Balai Bahasa Sulawesi Tenggara pada tahun 2024. Sungguh sebuah kolaborasi yang apik.




Setelah penampilan tersebut, sejenak dijeda untuk mendengar beberapa tanggapan dari apresiator yang hadir. Neza (salah satu peserta Tarikalisasi Puisi Jambi 2025) turut menyampaikan bahwa terdapat kebaruan dan pengembangan dalam konsep Tarikalisasi Puisi 2026. Ternyata puisi dan tari bisa dijadikan satu kesatuan. Baginya, penampilan dari sanggar seni rasi sangat dapat menyampaikan pesan dari puisi melalui tarian. 


"Saya sangat terkesima, ternyata tari itu tidak sekadar menggerakan badan, dan puisi tidak sekadar mengucapkan kata. Ternyata banyak representasi dan interpretasi yang bisa kita dapatkan setelah menonton tarikalisasi puisi." Terang Nasywa Lutfia (Harapan IV Duta Bahasa Nasional 2026).


Terakhir ada penyair Jambi, Ansori Barata yang turut menyampaikan sedikit ulasan dan penjelasan tentang puisi KESEDIHAN INDONESIA yang menjadi puncak penampilan.


Penampilan ditutup dengan puisi KESEDIHAN INDONESIA, sebuah kritik sosial dan refleksi terhadap kondisi Indonesia. Sanggar Seni Rasi mencoba mengemas Tarikalisasi Puisi dengan format kelompok besar. Tampak 10 orang berdiri memenuhi panggung sebagai penampil. Beberapa air mata terasa menetes, hanyut dalam Garapan Tarikalisasi Puisi yang disuguhkan. Terasa puisi yang ditulis bertahun-tahun lalu pun, masih dapat melekat dan erat dengan kondisi yang terjadi saat ini.


Febrio selaku direktur CV. Rasiklopedia dan pimpinan produksi pada gelar seni pertunjukan Tarikalisasi Puisi kali ini mengatakan, “Kami akan terus mengupayakan agar tarikalisasi menjadi salah satu bentuk seni pertunjukan yang diakui, baik dari segi penamaan secara kebahasaan hingga bentuk dan konvensi secara seni pertunjukan. Tarikalisasi akan kami hadirkan setiap tahun," 


"Untuk menjadi sebuah inovasi yang dapat berjejak bagi perkembangan dunia seni pertunjukan. Tentunya tidak mudah, namun jika kolaborasi nyata itu bisa diwujudkan, dan dukungan dari berbagai instansi dapat dikolaborasikan, tentu bukan suatu hal yang mustahil satu Indonesia mengenal Tarikalisasi Puisi yang hadir secara konseptual dari Jambi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, dan teman-teman yang telah bekerja keras, saya yakin semangat ini akan terus memuncak tanpa akhir.” Pungkasnya.




PIMPINAN PRODUKSI: Febrio Adha

PENARI: Amarullah Sani, Sitti Arafah, Bima Zaskia Lara Sati, Cyhntia Dewi Putri, Kaila Az-zahra, Tri Alda Zahra, Cahaya Nabila, Bervin Romadhon, M. Rahul

TIM KREATIF KOREOGRAFI: Medi Saputra, Tri Putra Mahardhika H, Lucky Ilva Jazanurya

PENATA CAHAYA: Fery Apryan

PENATA BUSANA: RASI PROJECT

OPERATOR SUARA: Fery Gomes

TIM PENDUKUNG: Tuan Tele, Lutvan Hawari, Ananda Ikhsan, Fardan Paitam Aan Mahobi, M. Gerry Aldino Richardo, Anjanni Rinova Rasyikhah, Mar’atus Solichah, Olenda Amelia






.............
Agar kami terus tumbuh dan selalu sajikan informasi bermanfaat. Dukung bicarajambi.com, klik disini: TRAKTIR KOPI https://trakteer.id/hendry_noesae/gift

Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN

Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com

.....
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman hidup agar manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, Bacalah disini 114 Surat 30 Juz: Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap