Perkenalkan Manfaat Sampah Ke Siswa SDLBN Tanjabtim Jadi Cair Eco Enzyme, Berharap Jadi Penggerak Lingkungan
BICARA LINGKUNGAN - SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd terus melakukan pelatihan dan sosialisasi pembuatan cairan Eco Enzyme ke pelajar sekolah yang berada di wilayah operasional. Kali ini SDLB Negeri Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang menjadi target pelatihan.
Dibuka oleh Field Manager PetroChina International Jabung Ltd yang diwakilkan Humas PetroChina International Jabung Ltd, Mulyono Eko berjalan dengan lancar, Selasa (11/6) pagi. Tampak hadir juga Ketua Komunitas Eco Enzyme Jambi, Junus, para guru beserta siswa siswi SDLB Negeri Tanjung Jabung Timur selaku peserta.
Mulyono Eko saat diwawancarai mengatakan, bahwa SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd bekerjasama dengan Komunitas Eco Enzyme Jambi untuk memperkenalkan kepada peserta didik di sekolah untuk memanfaatkan sampah-sampah yang ada di sekitar untuk dijadikan cairan Eco Enzyme.
"Kenapa SDLB yang menjadi sasarannya, karena anak-anak didik berkebutuhan khusus ini harus kita perkenalkan sejak dini. Kita tidak memandang kalau itu adalah suatu kekurangan, tapi merupakan suatu kelebihan," katanya.
Untuk pemberian materi memang agak berbeda dengan kegiatan yang sebelumnya. Karena di SDLB ini para siswanya perlu ada pendampingan dari para gurunya untuk menerangkan apa yang disampaikan pemateri.
"Kita minta pendampingan dari instrukturnya, seperti bahasa isyarat agar apa yang disampaikan bisa dimengerti oleh peserta," ungkapnya.
Ia berharap, dengan diberikan pelatihan pembuatan cairan Eco Enzyme kepada anak-anak sekolah dapat menjadi suatu penggerak lingkungan, terutama dilingkungan tempat mereka tinggal dalam memanfaatkan limbah-limbah sampah organik.
Kasubag Tata Usaha SDLB Negeri Tanjung Jabung Timur, Amiruddin mengucapkan terima kasih yang sangat besar sekali kepada SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd. Dimana pelatihan ini sangat memberi manfaat sekali, terutama kepada siswa siswi disini yang memiliki kebutuhan khusus, dengan harapan mereka bisa menerapkan di kehidupannya sehari-hari.
"Kami berharap kedepannya kegiatan ini bisa dilaksanakan lagi oleh PetroChina, baik itu Eco Enzyme maupun pelatihan yang lainnya," harapnya.
Rapikatul Fauzah, salah satu siswi Kelas XI SMA, merasa senang sekali dengan adanya kegiatan pelatihan ini. Dia mengaku tadi sempat diajarkan bagaimana mengolah sampah dapur, seperti kulit buah dan sampah sayuran untuk dijadikan cairan Eco Enzyme, jadi ada mudahnya dan ada juga sulitnya.
"Saya jadi tahu cara membuatnya. Sayur-sayuran bisa jadi Eco Enzyme, buah-buahan bisa jadi Eco Enzyme. Jadi semuanya bisa diolah jadi Eco Enzyme. Di rumah saya mau praktekan dan bisa mengajarkan kawan dan orang tua," ucapnya.
Kemudian Wimi Apriska, salah satu guru pendamping saat diwawancarai mengaku, pendampingan yang dilakukan kepada siswa yang berkebutuhan khusus tidak lah terlalu sulit, karena pelatihannya juga menarik dan cukup simpel untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Karena anak-anak ini di asrama juga makanannya buah-buahan dan sayur-sayuran, jadi mudah didapat.
"Kalau komunikasi dengan meraka tidak ada kesulitan, karena memang kami sudah terbiasa berinteraksi dengan mereka," sebutnya. (*/Rosta)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
