Tuesday, January 7, 2025

Lonjakan Kasus HMPV Ikuti Pola Musiman, Kenali Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya


BICARA KESEHATAN
- Lonjakan kasus infeksi Human Metapneumovirus (HMPV) merupakan bagian dari pola musiman virus pernapasan. Lonjakan kasus biasanya terjadi pada akhir tahun, terutama saat masyarakat lebih sering mengadakan pertemuan sosial dan melakukan perjalanan liburan.


Demikian dilaporkan Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura, pada Selasa (7/1/2025).


Pada tahun 2024, tingkat positif HMPV mingguan di antara sampel Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berkisar antara 0,8% hingga 9%. Khusus bulan Desember, kasus HMPV meningkat hingga 9%, sejalan dengan tren tahun-tahun sebelumnya.


Seperti virus pernapasan lainnya, termasuk influenza dan virus sinsitial pernapasan (RSV), HMPV lebih sering muncul pada musim dingin di wilayah beriklim sedang. Suhu rendah dan peningkatan aktivitas sosial menjadi faktor pendukung penyebaran.


HMPV umumnya menyebabkan gejala seperti, batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas. Dalam kasus HMPV parah, komplikasi seperti pneumonia atau bronkitis dapat terjadi. Kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.


Diketahui, HMPV menyebar melalui kontak langsung, seperti berjabat tangan, percikan droplet dari batuk atau bersin, menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi virus.


Tekait peningkatan kasus HMPV ini, MOH Singapura telah mengimbau masyarakatnya untuk mempraktikkan kebersihan pribadi, termasuk mencuci tangan secara rutin, menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, serta membuang tisu bekas ke tempat sampah. Tetap di rumah jika mengalami gejala ringan, atau mengenakan masker dan membatasi interaksi sosial jika harus keluar. Segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala berat, terutama bagi kelompok rentan.


Meski belum dikategorikan sebagai keadaan darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), HMPV menarik perhatian dunia setelah China melaporkan lonjakan kasus selama musim dingin. Suhu rendah diperkirakan bertahan hingga Maret, mendorong tren serupa di negara-negara lain.


Para ahli menyebut, lonjakan kasus HMPV ini mencerminkan pola global, di mana kasus meningkat pada akhir musim dingin. Hal ini mengingatkan dunia pada kemunculan virus corona di Wuhan, China, lima tahun lalu, yang kemudian memicu pandemi Covid-19 secara global.


Sumber: beritasatu.com




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com