Friday, January 24, 2025

Sebuah Pengantar Pertunjukan 'KUTHA', EM Yogiswara: Realita dalam Perilaku Manusia dengan Eksplorasi Tubuh


BICARA PANGGUNG -
Teater Art in Revolt (AiR) menginjak usia 25 tahun, momen bersejarah itu diperingati dengan menghadirkan produksi Ke-60.


Karya yang menandai perayaan ulang tahun perak ini terselenggara berkat dukungan dari UPTD Taman Budaya Jambi


Teater AiR akan pergelaran naskah berjudul KUTHA karya Devi Hanan yang akan diracik oleh teaterawan kawakan di Jambi, yaitu E.M Yogiswara.


KUTHA rencananya berada di panggung Teater Arena Taman Budaya Jambi, pada 31 Januari 2025 Pukul: 15.30 wib dan 1 Februari 2025 Pukul: 15.30 wib dan 19.30 wib.


Sebuah Pengantar Pertunjukan, Ditulis oleh: EM Yogiswara*


Dalam keberagaman konsep pementasan yang dilakukan oleh Teater AiR Jambi, di pementasan ke 60 ini, saya–satu diantara sutradara yang dimiliki Teater AiR Jambi–tetap menawarkan konsep pementasan realis tubuh yang menitikberatkan pada penggunaan tubuh tokoh sebagai medium utama ekspresi, dengan tetap mempertimbangkan elemen realisme pada tiap ucapan yang dilontarkan tokoh.


Konsep realis tubuh pada naskah berjudul “Kutha” karya Devi Hanan, saya mencoba menggabungkan realita dalam perilaku manusia dengan eksplorasi tubuh sebagai sarana komunikasi non-verbal, melampaui batasan dialog verbal yang sering menjadi fokus dalam teater realis.


Dalam konsep realis tubuh, saya tetap mengedepankan eksplorasi artistik, cerita atau konflik tetap memiliki elemen yang relevan dengan kenyataan kehidupan manusia.


Konsep realis tubuh dalam naskah yang absurd –karena mengisahkan manusia di ambang hidup mati, lalu dikunjungi sifat manusia yang ada di diri (sombong, bahagia yang berlebihan, arogan, manipulatif, suka menyela, tamak, mewajibkan saya untuk mengeksplorasi konsep teater menjadi realis tubuh agar mampu mengungkapkan emosi dan konflik secara lebih mendalam melalui gerakan dan ekspresi tubuh, yang diharapkan amanah yang diinginkan penulis naskah sampai pada penonton.


Saya berharap, dengan konsep realis tubuh yang diperankan oleh sebelas aktor pemula ini–hasil seleksi dari 47 orang pendaftar pada open rekruitment– pemain memiliki kesadaran tubuh dalam memperkaya serta mengolah rasa dan tubuh dalam mencapai emosional.


Harapan saya terhadap anggota dan pengurus yang sudah membangun teater hingga 25 tahun, adalah menggarap atau menggunakan naskah dari karya internal Teater AiR Jambi dalam setiap pementasan. Sebab, selain banyaknya sutradara, Teater AiR Jambi juga punya penulis naskah lakon dan monolog yang andal, misalnya Titas Suwanda, Oky Akbar, Randa Gusmora, Devi Hanan, Windy Kaunang, Gesang Tri Wahyudi, Khairul Ni’mah, Rani Iswari, Agung Syaputra, M. Aldianto Muheldi, Ayu Diah Lestari, Laila Fajrianti, Arianza Rafindo, Ike Prawolo, dll.


Saya yakin, Teater AiR akan terus menggali, merefleksikan, dan merepresentasikan nilai-nilai lokal, budaya, religi, dan isu-isu kemanusiaan secara kreatif dalam penulisan naskah lakon dan monolog dengan format modern. Misalnya, mengeksplorasi gaya penulisan baru, seperti penggunaan format eksperimental, narasi interaktif, atau kolaborasi lintas disiplin seni (misalnya, sastra, teknologi digital, dan multimedia).


Harapan lain adalah terus menumbuhkan generasi pelaku teater dan apresiator seni agar teater tetap hidup, meski kita sendiri belum bisa hidup dari teater. Salam. Sehat Pemikiran. (***)


*EM Yogiswara, merupakan sutradara dan pendiri Teater AiR Jambi
(*/Edit:HN)/*Tulisan telah tayang di https://ruangseni.pro








Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com