Sunday, January 12, 2025

Waspada Virus HMPV: Serang Anak-anak dan Picu Infeksi Telinga Tengah


BICARA KESEHATAN
- Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari FKUI, Harim Priyono meminta orang tua tetap mewaspadai virus human metapneumovirus (HMPV) yang menyerang anak-anak dan bisa berdampak pada infeksi telinga tengah atau otitis media.


Pada anak-anak, virus HMPV dapat menyebabkan infeksi telinga tengah, yang ditandai dengan rasa sakit pada telinga, demam, dan kehilangan pendengaran sementara.


Ia mengatakan saluran nafas manusia itu sebenarnya cukup panjang dan tidak hanya di wilayah tenggorokan dan paru-paru saja. Area THT masuk pada saluran napas dan terdapat rongga hidung, rongga sinus, termasuk rongga telinga tengah yang posisinya ada di belakang gendang telinga.


"Semua itu termasuk dalam saluran napas atas kita. Jadi sekali saja saluran napas terinfeksi virus, tempat-tempat (THT) itu juga mengalami infeksi," katanya kepada Beritasatu.com, Senin (13/1/2025).


Dokter Jakarta Ear and Hearing Center (JEHC) Mitra Keluarga Kelapa Gading itu menjelaskan virus tersebut ditularkan melalui udara. Langkah sederhananya adalah mencegah terjadinya infeksi pernafasan atau telinga tengah dengan melindungi tempat masuknya virus ke saluran napas, yaitu dengan memakai masker dan menjaga jarak di keramaian.


Selanjutnya pola hidup sehat dengan menjaga imunitas tetap baik agar virus atau kuman lainnya tidak mudah masuk ke dalam tubuh setiap hari. Perihal bila terdapat infeksi di telinga tengah, tanda paling awalnya adalah keluhan demam, termasuk infeksi saluran napas yang berakibat sesak pada pernapasan.


"Apabila di area THT timbul ingus atau cairan dari hidung, perlu diwaspadai karena berasal dari rongga telinga tengah. Hal ini bisa mengalami infeksi atau inflamasi dan tertutup cairan di belakang gendang telinga, yang kita sebut otitis media, bahkan bisa akut," terang konsultan Otologi FKUI tersebut terkait virus HMPV.


Pada yang akut inilah, lanjut Harim, kemudian timbul rasa nyeri. Jadi apapun itu terkadang infeksi virus ini terjadi di fase awal penyakit. Namun, belakangan bakteri itu hanya menumpang masuk di tempat tersebut.


Hal ini terjadi akibat infeksi virus di awal membuat daya tahan tubuh itu akan terganggu, sehingga kuman bisa ada di telinga tengah bukanlah tempat yang steril karena berhubungan dengan hidung.


Kumannya ikut berkembang biak dan menimbulkan penyakit yang sering disebut otitis media akut atau infeksi bakteri/virus pada telinga tengah yang biasanya disertai infeksi saluran pernapasan atas.


"Hal ini sering terjadi pada anak-anak lebih dari 90% dalam masa hidupnya, pernah mengalami otitis media. Ini tidak berbahaya, tetapi yang penting bilamana ada gejala bisa datang dahulu ke dokter spesialis anak atau akan lebih baik dokter THT karena ini masalah otitis media untuk identifikasi awal dan pencegahan kondisi lebih lanjut dari penyakit tersebut," ungkap dr Harim.


Ia juga menyarankan agar membersihkan telinga tidak boleh sembarangan dan jangan menggunakan cotton bud atau korek kuping. Sebaiknya periksa ke dokter THT minimal enam bulan sekali.


Direktur Mitra Keluarga Kelapa Gading Ronald Reagan menuturkan keberadaan JEHC diharapkan mampu menjadi jawaban bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan deteksi dini dan perawatan terhadap gangguan pendengaran. Pihaknya bertekad untuk menjadi pusat rujukan hearing center dengan mengedepankan layanan one stop service serta tenaga medis dan teknologi mutakhir.


"Kami ingin menjadikan JEHC sebagai pusat rujukan bagi masyarakat dan profesional medis yang membutuhkan informasi dan teknologi terkini di bidang pendengaran. Kita berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan telinga dan pendengaran akan semakin meningkat," papar dr Ronald sambil mengatakan JEHC juga siap menangani pasien akibat virus HMPV.


Sumber: beritasatu.com





Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com