Monday, July 28, 2025

PUISI Rachman Sabur: MELIHAT INDONESIA


MELIHAT INDONESIA


Melihat Indonesia

di mata dunia

tak terbantahkan lagi

popularitas negeri gelap

menjadi headline

di berbagai media internasional.

Begitu buruknya

citra merah putih

dirusak si palsu!

dinodai pula

si palsu lainnya

sungguh tak bermalu!.

Negeri yang dulu dihormati

sekarang dicaci-maki

diolok-olok

dihina-hinakan

sebagai negeri

tak punya martabat

tak punya harga diri.

Ini sungguh aib!

sungguh menyakitkan!

bagi rakyat

bagi bangsa

yang berdaulat

pahit ya pahit!

inilah tragedinya

negeri nusantara.

Bayangkan!

OCCRP menasbihkan

si palsu sebagai salah seorang pemimpin terkorup di seantero dunia!.

Melihat Indonesia

dari gorong-gorong comberan

menuju gorong-gorong

istana.

Menembus gorong-gorong senayan.

Membangun gorong-gorong Mahkamah Konstitusi.

Membobol gorong-gorong Komisi Pemberantasan Korupsi.

Mengamankan gorong-gorong pengadilan.

Mensterilkan gorong-gorong Lembaga-lembaga negara.

Awas! Ada banyak garong di gorong-gorong.

Waspada! Ada banyak termul di gorong-gorong.

Siaga! Ada banyak buzzer-buzzer di gorong-gorong.

Darurat! Ada omon-omon

menggadaikan data identitas rakyat.

Melihat Indonesia

dari langit kelam.

Udara bau bangkai

tanah berubah rupa

air berubah warna

suara-suara mesin pembunuh

menghancurkan kemanusiaan

rusak sudah negeri ini

oleh ambisi kekuasaan

liar dan barbar!

Hak-hak rakyat digergaji

diamputasi jiwanya

dilenyapkan identitasnya.

Kebiadaban mana lagi

yang akan di PSNkan?

Dewa-dewa dari langit

berurai airmata

menyaksikan burung-

burung gagak

berkepala manusia

memangsa anak-anaknya sendiri.

Melihat Indonesia

dari kacamata kuda

yang mereka kenakan.

Melihat jalan lurus

ke depan

hanya ke depan

tak peduli apa

tak peduli bagaimana

tanpa beban pikiran

hidup tak lebih

hanya hiburan

bagi mereka

yang mengenakan

kacamata kuda

berbaju kekuasaan

yang rakus

dan kerasukkan

ruh Firaun.

Melihat Indonesia

di panggung sandiwara

para aktor jadi-jadian

beradu akting

bicaranya dramatis

Kata-katanya puitis

mulutnya berbusa-busa

lidahnya berbisa!

berpidato berapi-api!

kontra Indonesia gelap!

kaukah itu macan asia?

hanya omon-omon!.

Suka tak suka

rakyat menyaksikan

sandiwara belaka.

Rakyat mengelus dada

miris! miris! miris!

sepuluh tahun di mulut

harimau!

belum setahun di mulut

macan palsu!

tragis!

Melihat Indonesia

dari kacamata hitam

hukum dan keadilan

laiknya ruang kosong

hampa tanpa makna

hanya jadi mainan

bagi para ahli hukum

dan para akademisi hukum

yang piawai menjungkir-balikkan

teori-teori hukum

sesuai dengan kepentingan politik

karena politik

adalah panglima

dari segalanya.

Hukum dan keadilan

di negeri gorong-gorong

ada tapi tidak ada

tidak ada tapi ada.

Ada transaksi perkara

tidak ada vonis

atas nama keadilan

tidak akan pernah ada!

Yang ada saling sandera

menyandera

di antara mereka.

Politik sandera

menyandera

dijadikan alat kekuasaan

untuk membongkar

perkara kasusnya masing-masing.

Omong kosong

negeri ini negeri hukum!

Omong kosong

negeri ini negeri berkeadilan!

Omong kosong

negeri ini negeri

demokratis!

Omong kosong!

segalanya omong kosong!

Omong kosong!

omon-omon!

ndasmu!


2025




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com