PUISI Rachman Sabur: MELIHAT INDONESIA
MELIHAT INDONESIA
Melihat Indonesia
di mata dunia
tak terbantahkan lagi
popularitas negeri gelap
menjadi headline
di berbagai media internasional.
Begitu buruknya
citra merah putih
dirusak si palsu!
dinodai pula
si palsu lainnya
sungguh tak bermalu!.
Negeri yang dulu dihormati
sekarang dicaci-maki
diolok-olok
dihina-hinakan
sebagai negeri
tak punya martabat
tak punya harga diri.
Ini sungguh aib!
sungguh menyakitkan!
bagi rakyat
bagi bangsa
yang berdaulat
pahit ya pahit!
inilah tragedinya
negeri nusantara.
Bayangkan!
OCCRP menasbihkan
si palsu sebagai salah seorang pemimpin terkorup di seantero dunia!.
Melihat Indonesia
dari gorong-gorong comberan
menuju gorong-gorong
istana.
Menembus gorong-gorong senayan.
Membangun gorong-gorong Mahkamah Konstitusi.
Membobol gorong-gorong Komisi Pemberantasan Korupsi.
Mengamankan gorong-gorong pengadilan.
Mensterilkan gorong-gorong Lembaga-lembaga negara.
Awas! Ada banyak garong di gorong-gorong.
Waspada! Ada banyak termul di gorong-gorong.
Siaga! Ada banyak buzzer-buzzer di gorong-gorong.
Darurat! Ada omon-omon
menggadaikan data identitas rakyat.
Melihat Indonesia
dari langit kelam.
Udara bau bangkai
tanah berubah rupa
air berubah warna
suara-suara mesin pembunuh
menghancurkan kemanusiaan
rusak sudah negeri ini
oleh ambisi kekuasaan
liar dan barbar!
Hak-hak rakyat digergaji
diamputasi jiwanya
dilenyapkan identitasnya.
Kebiadaban mana lagi
yang akan di PSNkan?
Dewa-dewa dari langit
berurai airmata
menyaksikan burung-
burung gagak
berkepala manusia
memangsa anak-anaknya sendiri.
Melihat Indonesia
dari kacamata kuda
yang mereka kenakan.
Melihat jalan lurus
ke depan
hanya ke depan
tak peduli apa
tak peduli bagaimana
tanpa beban pikiran
hidup tak lebih
hanya hiburan
bagi mereka
yang mengenakan
kacamata kuda
berbaju kekuasaan
yang rakus
dan kerasukkan
ruh Firaun.
Melihat Indonesia
di panggung sandiwara
para aktor jadi-jadian
beradu akting
bicaranya dramatis
Kata-katanya puitis
mulutnya berbusa-busa
lidahnya berbisa!
berpidato berapi-api!
kontra Indonesia gelap!
kaukah itu macan asia?
hanya omon-omon!.
Suka tak suka
rakyat menyaksikan
sandiwara belaka.
Rakyat mengelus dada
miris! miris! miris!
sepuluh tahun di mulut
harimau!
belum setahun di mulut
macan palsu!
tragis!
Melihat Indonesia
dari kacamata hitam
hukum dan keadilan
laiknya ruang kosong
hampa tanpa makna
hanya jadi mainan
bagi para ahli hukum
dan para akademisi hukum
yang piawai menjungkir-balikkan
teori-teori hukum
sesuai dengan kepentingan politik
karena politik
adalah panglima
dari segalanya.
Hukum dan keadilan
di negeri gorong-gorong
ada tapi tidak ada
tidak ada tapi ada.
Ada transaksi perkara
tidak ada vonis
atas nama keadilan
tidak akan pernah ada!
Yang ada saling sandera
menyandera
di antara mereka.
Politik sandera
menyandera
dijadikan alat kekuasaan
untuk membongkar
perkara kasusnya masing-masing.
Omong kosong
negeri ini negeri hukum!
Omong kosong
negeri ini negeri berkeadilan!
Omong kosong
negeri ini negeri
demokratis!
Omong kosong!
segalanya omong kosong!
Omong kosong!
omon-omon!
ndasmu!
2025
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom