Rp75 Miliar untuk Atasi Banjir di Kota Jambi
BICARA PERISTIWA - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Jambi mulai merealisasikan pembangunan kolam retensi sebagai solusi penanganan banjir yang kerap terjadi di Kota Jambi. Kolam retensi berfungsi sebagai tempat parkir air sementara, untuk menampung limpahan air hujan dan memperlambat aliran menuju saluran utama, sehingga potensi banjir bisa ditekan.
Pembangunan kolam retensi ini menjadi salah satu langkah strategis yang didorong oleh Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto. Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Jambi pada Sabtu (26/7/2025), Edi menyampaikan bahwa banjir merupakan persoalan klasik yang dialami hampir seluruh kota besar di Indonesia. Ia berharap Kota Jambi bisa menjadi daerah percontohan dalam menyelesaikan persoalan banjir secara permanen.
“Memang dari dulu problem kota di seluruh Indonesia adalah masalah banjir dan kita tentu ingin bagaimana Kota Jambi ini menjadi daerah pertama yang bisa selesai masalah banjir ini,” ujar Edi saat meninjau lokasi pembangunan kolam retensi di kawasan Paal Lima, Kota Jambi.
Untuk mendukung proyek tersebut, pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp45 miliar. Pemerintah Provinsi Jambi menambah dukungan dana sebesar Rp25 miliar, sementara Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan Rp5 miliar. Sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp75 miliar. Selain itu, pemerintah pusat juga menganggarkan dana Rp144 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan utama sebagai bagian dari pengendalian banjir.
Saat meninjau dua titik pembangunan kolam retensi, Edi menegaskan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) agar benar-benar menjaga kualitas pengerjaan. Ia menekankan pentingnya aspek teknis, kecepatan pekerjaan, serta pendekatan sosial yang humanis dalam proses pembebasan lahan.
“Balai juga saya minta pekerjaan berkualitas. Saya tidak ingin ada masalah. Kualitas harus bagus, kecepatan kerja juga, dan rekayasa sosial terkait pembebasan lahan juga dilakukan dengan humanis,” tegasnya.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan DPR RI. Ia menargetkan proyek pembangunan kolam retensi ini dapat rampung pada Mei 2026. Ia juga berharap masyarakat turut mendukung kelancaran proyek ini, terutama dalam proses pembebasan lahan yang menjadi bagian penting dari tahap awal pelaksanaan.
“Alhamdulillah sudah turun dana untuk pembebasan lahan. Kami minta dukungan penuh DPR RI,” ujarnya.
Pemerintah berharap, dengan selesainya kolam retensi ini, kejadian banjir yang biasa melanda Kota Jambi di musim penghujan dapat dikurangi secara signifikan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota menjadi kunci utama dalam merealisasikan proyek infrastruktur penanggulangan banjir ini. (*/)
Sumber: jambiprima.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
