Terkait Karhutla Wartawan Kena 'Tegur' Al Haris: Sudah Lewat Minggu Lalu tapi Masih juga Ditayangkan
BICARA PERISTIWA - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH berikan teguran dan harapan kepada wartawan agar selalu berikan informasi terbaru terkait kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).
Al Haris menyampaikan pada saat sesi wawancara, seusai mengikuti Rapat Monitoring Karhutla Laporan Situasi Terkini di Masing-Masing Wilayah Oleh Kepala Daerah dan Forkopimda, secara virtual (Zoom Meeting).
Rapat bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Suharyanto, bertempat di Ruang Jambi Data Analytic Center (JDAC) Kantor Gubernur Jambi, Senin (28/07/2025) pagi.
Dalam wawancaranya dengan media, Al Haris berharap kepada rekan-rekan media untuk selalu update atau berikan informasi terbaru dalam memberitakan tentang Karhutla ini.
“Cuma media saya minta juga, kemaren kan ada suatu kebakaran, sudah lewat minggu lalu tapi masih juga ditayangkan, jadi kesannya seolah-olah pusat melihat itu masih ada, padahal itu sudah padam semua. Nah. maksud kita media juga update laporannya,” harapnya, sebagaimana rilis tertulis Diskominfo Provinsi Jambi yang diterima bicarajambi.com
Dalam laporannya Gubernur Al Haris menjelaskan, secara umum Titik Panas di Provinsi Jambi berada dalam rentang Tingkat Kepercayaan Sedang (30–79%) dengan jumlah total hotspot periode 1 Januari – 26 Juli 2025 sebanyak 261 hotspot.
BMKG Sultan Thaha Jambi menghitung jumlah titik panas mulai dari tingkat kepercayaan sedang sebagai salah satu bentuk Early Warning System (EWS) dan pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.
"Adapun salah satu strategi penanganan Karhutla yang telah dilakukan adalah dengan menetapkan sebanyak 62 Pos Jaga Satgas Karhutla di 6 (enam) kabupaten rawan Karhutla, yaitu: 1. Kabupaten Batang Hari, 2. Muaro Jambi, 3. Tanjung Jabung Barat, 4. Tanjung Jabung Timur, 5. Tebo, dan 6. Sarolangun dengan komposisi personil satgas terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, instansi terkait, dan Masyarakat," jelas Gubernur Al Haris.
Selain itu, Gubernur Al Haris juga memaparkan, jumlah kejadian Karhutla Provinsi Jambi periode Januari s/d 26 Juli 2025 terdapat 110 kejadian.
Selama periode 1 Januari – 26 Juli 2025 luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi adalah 421,77 hektar.
"Pada tanggal 20 Juli 2025 pukul 09.00 WIB terjadi kebakaran lahan seluas lebih kurang 270 hektar di Desa Gambut Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Sebanyak 122 orang personil gabungan dikerahkan untuk pemadaman melalui darat. Sementara itu, pemadaman juga dilakukan melalui udara dengan pengerahan 2 (dua) unit helikopter water bombing," papar Gubernur Al Haris. (*/Edit:HN)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom