Parkir Berbasis CCTV dan AI di Taman Bajuran Budayo
BICARA TEKNOLOGI - Pemerintah Kota Jambi mulai menerapkan inovasi pengelolaan parkir berbasis teknologi dengan memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Uji coba sistem parkir modern ini ditinjau langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, di kawasan Taman Bajuran Budayo, Senin (15/12/2025).
Wali Kota Maulana mengatakan, uji coba tersebut dilakukan sebagai langkah pembenahan sistem parkir yang selama ini dinilai belum optimal dalam mendukung transparansi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemkot Jambi telah memberikan izin kepada salah satu penyedia jasa pengelolaan parkir berbasis teknologi untuk melakukan uji coba di sejumlah titik strategis.
“Ini sudah canggih dan lebih transparan. Metode parkir sebelumnya yang hanya menggunakan QRIS dinilai masih kurang maksimal, sehingga kita uji coba sistem berbasis kamera dan AI,” ujar Maulana saat diwawancarai di lokasi.
Menurutnya, penerapan sistem parkir berbasis CCTV dan AI memungkinkan pencatatan kendaraan masuk dan keluar secara otomatis, sehingga potensi kebocoran retribusi dapat ditekan. Selain itu, sistem ini juga mempermudah pengawasan serta pengelolaan parkir oleh pemerintah daerah.
Uji coba parkir berbasis teknologi ini dilakukan di beberapa lokasi strategis di Kota Jambi, antara lain kawasan Tugu Keris Siginjai, Taman Bajuran Budayo, Jalan Agus Salim, hingga area pasar. Meski mengadopsi teknologi modern, Pemkot Jambi tetap memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam hal pembayaran.
“Pembayaran parkir tetap fleksibel, bisa menggunakan QRIS maupun secara tunai atau cash,” jelasnya.
Terkait keberadaan juru parkir (jukir), Maulana menegaskan bahwa sistem ini tidak menghilangkan peran mereka. Sebaliknya, para jukir akan diberikan pelatihan agar dapat bekerja lebih profesional dan selaras dengan sistem berbasis teknologi yang diterapkan.
“Jukir tetap ada. Mereka akan kita latih agar lebih profesional, dan kesejahteraan mereka juga menjadi perhatian pemerintah,” katanya.
Maulana berharap, dengan penerapan sistem parkir berbasis CCTV dan AI ini, retribusi parkir dapat dikelola secara optimal dan benar-benar berkontribusi terhadap PAD Kota Jambi. Ia menilai, sistem ini bukan hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga masyarakat secara luas.
“Tujuan akhirnya adalah agar retribusi parkir ini benar-benar masuk ke PAD dan manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Menariknya, kamera CCTV yang dipasang tidak hanya dimanfaatkan untuk pengelolaan parkir, tetapi juga untuk memantau aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Tugu Keris Siginjai. Menurut Maulana, PKL juga memiliki kewajiban retribusi yang dapat diawasi secara bersamaan melalui sistem tersebut.
“PKL ini juga ada retribusinya. Dengan kamera ini, semuanya bisa terpantau sekaligus,” tambahnya.
Pada tahap awal uji coba, sekitar 100 unit kamera CCTV akan dipasang di berbagai titik. Jika hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang baik, Pemkot Jambi berencana memperluas penerapan sistem ini ke seluruh wilayah Kota Jambi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Perdana Karya Teknologi selaku pihak ketiga pengelola parkir, Reza Pahlevi, menyampaikan bahwa pihaknya siap membangun infrastruktur teknologi pendukung bagi Pemerintah Kota Jambi.
“Kami membangun sistem parkir berbasis CCTV dan AI agar pengelolaannya lebih transparan dan akuntabel,” kata Reza.
Ia menambahkan, kerja sama pengelolaan parkir ini masih menunggu skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurutnya, sistem parkir berbasis teknologi serupa telah diterapkan di sejumlah kota besar di Indonesia dan terbukti mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan retribusi.
“Nantinya akan diterapkan sistem bagi hasil dari retribusi parkir yang diperoleh,” pungkasnya.(*/)
Sumber: jambiprima.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
