Supermoon 4 Desember: Bulan Purnama Akhir Tahun Siap Memukau Langit
BICARA PERISTIWA - Fenomena supermoon diprediksi menjadi pusat perhatian para pengamat langit pada Kamis, 4 Desember. Pada malam itu, Bulan purnama terakhir tahun ini akan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Kondisi tersebut terjadi karena posisi Bulan berada sangat dekat dengan Bumi ketika mencapai fase purnama.
Pada momen tersebut, jarak Bulan hanya sekitar 357.219 kilometer dari Bumi, hanya terpaut beberapa ratus kilometer dari rekor kedekatan pada November lalu, yang menjadi Bulan purnama paling terang tahun ini. Fenomena supermoon berikutnya akan terjadi pada 3 Januari 2026, meski jaraknya nanti diperkirakan beberapa ribu kilometer lebih jauh.
“Biasanya terdapat tiga hingga empat supermoon dalam setahun. Namun rangkaian supermoon pada Oktober, November, dan Desember 2025 dianggap istimewa karena seluruhnya muncul dalam satu musim, kejadian langka yang baru akan terulang pada musim dingin 2028,” tulis IFL Science, Rabu (3/12/2025).
Meski tidak memiliki definisi astronomi resmi, istilah supermoon pertama kali diperkenalkan oleh seorang astrolog sebelum akhirnya digunakan komunitas ilmiah untuk menarik perhatian publik terhadap fenomena Bulan.
Orbit Bulan berbentuk elips, sehingga jaraknya dapat berubah puluhan ribu kilometer. Banyak astronom mendefinisikan supermoon sebagai Bulan purnama yang terjadi ketika Bulan berada dalam 90 persen jarak terdekatnya dari Bumi, atau berada dalam rentang sekitar 367.607 kilometer.
Perbedaan jarak tersebut membuat ukuran Bulan tampak berubah. NASA mencatat supermoon dapat terlihat hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang. Professor Sara Russell dari Natural History Museum, London, menjelaskan bahwa eksentrisitas orbit Bulan menyebabkan jaraknya terus berubah, kadang mendekat, kadang menjauh dari Bumi.
Fenomena ini diperkirakan akan memicu banjir foto Bulan di media sosial. Meskipun kamera ponsel kerap dianggap kurang ideal untuk memotret Bulan, beberapa trik sederhana seperti mengatur fokus manual atau menurunkan tingkat pencahayaan bisa membantu menghasilkan gambar yang lebih jelas.
Dengan kemunculannya yang istimewa, Supermoon pada 4 Desember menjadi penutup fenomena langit yang dinantikan banyak penggemar astronomi di seluruh dunia.
Sumber: beritasatu.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
