BMKG Prediksi Iklim Indonesia 2026 Stabil dan Suhu Udara Lebih Hangat
BICARA PERISTIWA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi gambaran pandangan iklim untuk 2026. BMKG memprakirakan kondisi iklim Indonesia 2026 cenderung normal dan stabil. Meski pada Januari-Maret 2026, diprediksi masih dipengaruhi La Nina lemah, lalu setelahnya diprakirakan mulai akan netral dan stabil hingga akhir tahun.
“Informasi pandangan iklim 2026 ini diharapkan menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan, langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.
Meski banyak peluang bisa dioptimalkan, asal tetap waspada dan ada sejumlah hal yang tetap harus dipersiapkan dalam menghadapi iklim Indonesia tahun ini. Mengutip akun X resmi BKMG, @infoBMKG, Sabtu (10/1/2026), suhu udara tahun ini akan lebih hangat. Suhu udara rata-rata tahunan 2026 sekitar 25-29 derajat celsius.
Jika dibanding normalnya, periode 1991 hingga 2020, sebagian wilayah Indonesia pada 2026 diprediksi lebih hangat 0,2-0,6 derajat celsius. Suhu lebih rendah 19-22 derajat celsius untuk daerah Dataran tinggi, seperti Bukit Barisan, Pegunungan Latimojong, dan Pegunungan Jaya. Suhu lebih tinggi lebih dari 28 derajat celsius diprakirakan di sebagian selatan Sumatra, Kaltim, Kalteng, pesisir utara Jawa, dan sebagian Papua Selatan.
Ini artinya masyarakat harus mempersiapkan diri agar tetap nyaman dalam beraktivitas baik di dalam rumah atau di luar rumah.
Berdasarkan kondisi tersebut, terkait kualitas udara, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia harus waspada dan tetap mengantisipasi potensi kabut asap akibat kebakaran lahan (karhutla) dan polusi industri saat musim kemarau.
Sementara untuk sektor kesehatan, kondisi suhu hangat ditambah kelembapan tinggi dapat membuat udara terasa lebih gerah dan tidak nyaman. Masyarakat dan otoritas juga harus mewaspadai banyaknya genangan air pada awal tahun yang berpotensi meningkatkan kasus penyakit demam berdarah.
Selanjutnya untuk sektor kebencanaan, BMKG memprakirakan banjir dan longsor pada periode akhir La Nina lemah tak hanya terjadi pada Januari, melainkan hingga Maret 2026. Kemudian masuk ke pertengahan tahun, masyarakat beserta pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diminta mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan atau karhutla) pada periode kering.
Sumber: beritasatu.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
