Heboh Pria di Kecamatan Muara Sabak Tewas Dalam Rumah: Tidak Ada Jejak Kekerasan
BICARA PERISTIWA – Heboh di Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dihebohkan seorang pria tewas, Jumat 30 Januari 2016 siang.
Korban inisial D (51), sehari-hari tinggal bersama keluarganya di tempat kejadian. Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh anak kandung korban, PN (15), yang menemukan ayahnya sudah tidak bernyawa di dalam kamar rumah mereka.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, korban sempat terlihat berkunjung ke rumah tetangganya, Ahmad Sugimin (58). Saat itu, korban tampak seperti biasa, duduk santai sambil minum teh. Kepada tetangganya, korban berpamitan pulang dengan alasan hendak membersihkan rumah.
Namun, sekitar pukul 11.00 WIB, suasana tenang berubah menjadi kepanikan. PN berteriak meminta pertolongan warga setelah melihat ayahnya tewas. Teriakan tersebut didengar oleh Haliyah (57), tetangga korban, yang kemudian bergegas menuju rumah korban dan memanggil suaminya, Ahmad Sugimin, yang saat itu tengah bekerja memperbaiki pompong di sekitar lokasi.
Setibanya di rumah korban, Ahmad Sugimin kemudian berupaya menolong. Namun setelah diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia.
Kapolres Tanjabtim, AKBP Ade Candra melalui Kapolsek Muara Sabak Timur, AKP Chandra Adinata membenarkan adanya peristiwa. Ia mengatakan pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Begitu menerima informasi, personel Polsek Muara Sabak Timur langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi," ujarnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa barang bukti penyebab dan diduga digunakan korban. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sabak Timur untuk melakukan visum luar terhadap jenazah.
"Keluarga korban menyatakan ikhlas dan menolak autopsi. Dari pemeriksaan medis sementara, tidak ada indikasi kekerasan," jelas Kapolsek.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa pada tahun 2017. Bahkan, sehari sebelum kejadian, korban sempat melakukan konsultasi kejiwaan di RSJD Provinsi Jambi.
Jenazah korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental anggota keluarga dan lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang. (Gun/edit: Hendry Noesae)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
