Saturday, January 3, 2026

Jangan Bagikan 5 Hal Ini kepada ChatGPT


BICARA TREND
- Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif semakin masif. ChatGPT tercatat merespons sekitar 2,5 miliar prompt setiap hari. Berbeda dengan mesin pencari yang menyajikan daftar tautan, ChatGPT memberi jawaban bergaya percakapan, layaknya respons dari seorang teman.


Namun, di balik kemudahan itu, para ahli menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam membagikan informasi. Meski dirancang dengan berbagai sistem pengamanan, chatbot AI tetap menyimpan risiko kebocoran data.


ChatGPT bukan alat satu arah dengan basis data statis. Sistem ini terus berkembang dan belajar dari data yang diberikan pengguna. Meski OpenAI telah menerapkan pengamanan, sejumlah insiden di industri AI menunjukkan bahwa celah keamanan masih bisa terjadi.


Sebagai contoh, pada Januari 2025, Meta memperbaiki bug pada Meta AI yang memungkinkan pengguna melihat prompt pribadi milik orang lain. Versi awal ChatGPT juga pernah rentan terhadap prompt injection, yang berpotensi mengekspos data personal. Bahkan, mesin pencari seperti Google sempat mengindeks percakapan ChatGPT yang dibagikan publik, sehingga bisa muncul di hasil pencarian.


Kondisi ini menegaskan, aturan dasar kebersihan digital yang berlaku di internet juga harus diterapkan saat menggunakan ChatGPT. Bahkan, karena teknologinya masih relatif baru, kehati-hatian ekstra dinilai perlu.


Dilansir dari Slashgear, Sabtu (3/1/2026), berikut lima jenis informasi yang sebaiknya tidak pernah dibagikan ke ChatGPT.


1. Data Pribadi

Riset dari Safety Detectives terhadap 1.000 percakapan ChatGPT yang tersedia publik menunjukkan banyak pengguna tanpa sadar membagikan nama lengkap, alamat, nomor identitas, nomor telepon, email, hingga username dan kata sandi. Padahal, ChatGPT tetap bisa membantu membuat CV atau surat lamaran kerja tanpa data pribadi asli.


2. Informasi Keuangan

ChatGPT sering digunakan sebagai asisten keuangan, mulai dari menyusun anggaran hingga simulasi rencana pensiun.


Nomor rekening bank, kartu kredit, akun investasi, hingga data pajak tidak perlu dan tidak aman untuk dimasukkan. Chatbot AI tidak beroperasi dalam sistem keamanan transaksi keuangan. Apabila bocor, data tersebut berisiko digunakan untuk penipuan, pencurian identitas, phishing, hingga ransomware.


3. Informasi Medis

Penggunaan AI untuk mencari informasi kesehatan meningkat. Survei terbaru menunjukkan sekitar satu dari enam orang dewasa menggunakan chatbot AI untuk informasi medis setidaknya sebulan sekali.


Masalah muncul ketika diskusi umum berubah menjadi data spesifik, seperti diagnosis, hasil tes, riwayat penyakit, atau kondisi kesehatan mental. Data ini menjadi sangat sensitif, terutama apabila dikaitkan dengan identitas pengguna. ChatGPT bisa membantu memahami istilah medis secara umum, tetapi tidak memiliki tingkat kerahasiaan seperti layanan dokter.


4. Dokumen dan Materi Pekerjaan Rahasia

Materi pekerjaan yang bersifat rahasia atau belum untuk konsumsi publik sebaiknya tidak dibagikan ke ChatGPT. Ini termasuk dokumen klien, laporan internal, catatan medis pasien, hingga karya kreatif dan kekayaan intelektual.


Meski ChatGPT bisa membantu merangkum atau menyunting dokumen, memasukkan data sensitif berisiko membuat informasi tersebut berada di luar sistem keamanan resmi organisasi.


Prinsip sederhananya, jangan pernah membagikan sesuatu ke AI yang tidak ingin Anda lihat di ruang publik.


5. Informasi Ilegal

Terakhir, jangan pernah membagikan atau menanyakan hal ilegal. OpenAI menyatakan akan mematuhi proses hukum yang sah.


Meminta panduan melakukan kejahatan, penipuan, atau tindakan berbahaya dapat membuat akun pengguna ditandai. Meski ChatGPT memiliki sistem penyaring, sejumlah kasus menunjukkan sistem ini tidak sepenuhnya kebal terhadap penyalahgunaan.


Sumber: beritasatu.com




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com