Tuesday, January 13, 2026

Mengolah Dolanan Jadi Tontonan


Oleh: Jose Rizal Manua


Dunia anak-anak adalah sebuah dunia yang otentik, unik, bebas dan indah. Melalui semangat bermain anak-anak mengembara dengan imajinasinya, berpetualang dengan fantasinya, dan berasosiasi dengan ragam simbol yang dipungut dari manusia, alam dan lingkungannya. Ekspresi anak-anak yang otentik, unik, bebas dan indah itu seringkali naïf, tak terduga dan penuh kejutan.


Kesadaran inilah yang melandasi eksperimen teater Tanah Air dalam menggarap tontonan. Tanpa intervensi dan atau menggurui teater Tanah Air mencoba memaksimalkan semangat bermain anak-anak melalui ragam dolanan yang sarat kearifan lokal.


Dolanan adalah permainan tradisi turun-temurun, warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat yang majemuk di antara ribuan suku di Nusantara. Sayangnya dolanan yang penuh kearifan lokal ini sudah mulai ditinggalkan, tergerus oleh peradaban instan yang siap saji. Masyarakat yang menyebut dirinya modern lebih tergiur pada segala sesuatu yang datang dari Barat. Yang datang dari Eropa, Amerika atau dari negara lain. Seperti tarian jalanan (Hip Hop), Kpop, dan sejenisnya. Sementara ragam dolanan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat tradisi, yang mengajarkan banyak ikhwal tentang kearifan; Tentang sopan-santun, kejujuran, harga-menghargai, hormat-menghormati, kerjasama dan gotong royong dianggap jadul, disebut lebai. Padahal, melalui ragam dolanan anak-anak ditantang daya juangnya, didorong daya kreatifnya dan ditumbuh-kembangkan kepercayaan dirinya. Dan yang tidak kalah penting, melalui ragam dolanan, anak-anak mengolah tubuh dan suaranya, melatih spontanitas, daya asosiasi dan memaksimalkan kemampuannya berimprovisasi. Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diraih dari ragam dolanan yang tersebar di Nusantara; seperti permainan “gobak sodor”, “Soyang-soyang”, “Kakak mia”, Sala Bandung”, dll.


Mengusung dolanan ke atas pentas dan menjadikannya sebagai sebuah tontonan (seni pertunjukan), adalah upaya kreatif, artistik, sekaligus estetik, bila; dengan memaksimalkan unsur-unsur bentuk, warna, nada, irama, tempo, ruang, komposisi, harmoni, dinamika dan nuansa. Kemudian memadukannya dengan unsur-unsur tontonan (spectacle), seperti tata cahaya, tata busana, tata rias, dan tata pentas (set dekor, property, hands-prop).


Seni laku (akting) yang dijelajahi oleh teater Tanah Air adalah ekspresi yang bersumber dari alam, dengan mengeksplorasi semangat bermain dari anak-anak. Pendekatannya adalah paduan antara; “Menjadi”, artinya menjadi watak yang dituntut oleh lakon, sebagaimana yang dianut oleh Konstantin Stanislavski. “Menjadi dan Tidak Menjadi”, artinya membuat jarak dengan watak yang dituntut oleh lakon, sebagaimana yang dianut oleh Bertold Brecht. Dan “Biarkan Menjadi”, artinya aktor mendekati watak secara fisikal dan ekstrem, sebagaimana yang dianut oleh Jerzy Grotowski. 


Dengan masuk ke dalam alam, anak-anak akan menyentuh wilayah-wilayah tak terduga dari seni laku. Dengan masuk ke dalam alam, anak-anak akan memaksimalkan kekayaan (tubuh dan suara) yang tersimpan dan mengendap di dalam dirinya. Semua dieksplorasi tanpa intervensi dan serangkaian contoh-contoh.


Proses latihan yang ditawarkan teater Tanah Air adalah keluar dari rutin kebudayaan kemudian masuk ke dalam alam; melakukan penjelajahan terhadap ragam daya imajinasi, ragam daya fantasi, ragam daya asosiasi, ragam daya eksprsi wajah, suara, gerak, daya penghayatan (pikira, perasaan, kesadaran), spontanitas dan sentuhan rasa seni. Dengan begitu, setiap individu akan mampu menangkap sesuatu ysng dapat membuat sesuatu itu menjadi otentik, unik, bebas dan indah.


Proses latihan, keluar dari kebudayaan dan masuk ke dalam alam membuat anak-anak lebur dalam semangat bermain yang penuh kejenakaan dan keceriaan. Sebagaimana persyaratan dari tontonan yang baik, yaitu harus menyenangkan dan tidak mudah terlupakan. Karena tontonan merupakan nilai yang paling nyata dari apa yang didapat ana-anak dalam menyaksikan suatu pertunjukan. Tontonan yang baik itu ‘mempesonakan’ dengan cara menghadirkan kesempatan bagi anak-anak untuk meng-identifikasi-kan dirinya dengan tokoh-tokoh yang ada, dalam situasi yang menarik, yang bisa difahami, bermanfaat dan mengasyikkan.


Suatu kesempatan yang melibatkan indentifikasi anak-anak dengan sang protagonist, sang antagonis dan karakter-karakter yang lain dalam lakon tersebut. Dari mana simpati anak-anak tergugah dengan hal yang masuk akal karena dilibatkan dengan situasinya.


Lakon tidak perlu nyata-nyata mengkhotbahi. Anak-anak suka belajar tapi tidak suka digurui. Jadi yang baik adalah memberi kerangka sedemikian rupa di mana tidak dikatakan bagaimana seharusnya, tapi biarkanlah segalanya terjadi secara partisipasi aktif daripada anak-anak terhadap pola tindak-tanduk yang akan mereka ikuti.


Dalam pementasan yang baik, prinsip estetik penyutradaraan, pemeranan, desain dan sebagainya akan nyata sekali. Kwalitas pementasan harus dalam kerangka teater anak-anak, kalau kita memang hendak memperkenalkannya dengan nilai sebenarnya dari teater sebagai kesenian.


Ada komposisi dasar dari keterpaduan, keseimbangan, keberagaman, akan jelas dalam suatu plot yang alurnya tidak terputus-putus, karakterisasinya berkembang penuh tapi tidak kelewat kompleks. Yang terutama dilukiskan dalam kata-kata dan pola geraknya serta mampu untuk tumbuh secara konsisten dan logis. Dan dialognya menti penuh semangat, imajinatif dan segar. Wassalam!


Jakarta, 7 Maret 2017.




Jose Rizal Manua, S. Sn, M. Sn


Lahir di Padang, tanggal 14 September 1954. Pertama kali ke Taman Ismail Marzuki, tanggal 27 Juli 1972. Setelah banting stir dari Persija Junior Jakarta Timur, tahun 1969 – 1971. Tahun 1975, bergabung dengan Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya. Tahun 1977,bergabung dengan Bengkel Teater Rendra. Tahun 1980, kuliah di Fakultas Teater- IKJ jurusan penyutradaraan. Tahun 1981 s/d 1986 menjuarai berbagai lomba baca puisi tingkat DKI Jakarta dan Nasional.     


Tahun 1989, membaca puisi keliling ke beberapa kota besar di Indonesia dan pembacaan Puisi Humor-nya mendapat sambutan hangat di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia.   Tahun 1986 mendirikan Bengkel Deklamasi Jakarta. Mendramatisasikan dan memusikalisasikan puisi diberbagai tempat.


Tahun 1988 mendirikan Teater Tanah Air. Tahun 2004;


- Tahun 2004 mengikuti “The Asia – Pasific Festival of Children’s Theatre” di Toyama, Jepang dengan lakon “Within Children’s Hand” karya Danarto.

- Tahun 2006, mengikuti “9th World Festival of Children’s Theatre” di Lingen (Ems) Jerman. Dengan lakon “Spectacle WOW a Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya.

- Tahun 2007, menperoleh penghargaan  “Satyalancana Wira Karya” dari Presiden R.I. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

- Tahun 2007, menerbitkan kumpulan puisi berjudul “Menghayal Jadi Presiden”.

- Tahun 2008, memperoleh penghargaan “Lingkungan Hidup” dari Gubernur DKI Jakarta, DR. Ing. H. Fauzi Bowo.

- Tahun 2008 mengikuti “10Th World Festival of Children’s Theatre” di Moscow- Rusia. Dengan lakon “Spectacle PEACE a Visual Theatre Performance” karya Putu Wijaya. Sutradara Jose Rizal Manua. Produksi Teater Tanah Air.

- Tahun 2008, tanggal 19 – 27 Nopember, di undang khusus oleh Markas Besar PBB untuk pentas “Spectacle PEACE a Visual Theatre Performance” di  Palais Des Nations- United Nations Office in Geneva (UNOG) Switzerland, dalam rangka memperingati “The United Nations Universal Children’s Day”.

- Tahun 2008 memperoleh penghargaan MURI, sebagai grup teater yang meraih penghargaan Internasional terbanyak.

- Tahun 2009 hingga 2012 menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta.

- TAHUN 2016, Mengikuti “14Th World Festival of Children’s Theatre” di Stratford, Ontario, Canada.   

- Tahun 2018, mengikuti “15Th World Festival of Children’s Theatre” di Lingen (Ems), Jerman                           


Film yang pernah dibintangi;

- OEROEG (1993). Skenario  Trevor Griffiths dan Jean van de Velde. Sutradara Hans Hylkema. Produksi Indonesia, Belanda dan Belgia.

- Gordel van Smaragh (1997). Skenario Orlow Seunke dan Mieke de Jong. Sutradara Orlow Seunke. Produksi Indonesia, Belanda dan Belgia

- Angel’s Cry (2004). Skenario Rick St Mulyono dan Nucke Rachma. Sutradara Teddy Setyadi. Produser Teddy Setyadi, Rick St Mulyono & Febry M. Nerwan.

- PUISI TAK TERKUBURKAN (2000). SKENARIO Nana Mulyana. Sutradara Garin Nugroho.

- FATAHILLAH (1997). SKENARIO Deddy Armand. Sutradara Imam Tantowi dan Chaerul Umam. Produser PT. Parkit Film

- KALA (2007). Skenario Joko Anwar. Sutradara Joko Anwar. Produser Dhamoo Punjabi dan Manoj Punjabi.

- FIKSI (2008). Skenario Joko Anwar. Sutradara Mouly Surya. Produser Parama Wirasmo, Tia Hasibuan dan Sapto Soetarjo.

- ASMARA DUA DIANA (2009). Skenario Salman Aristo dan Hendrawan Wahyudianto. Produser Dedy Abdurachman dan Erwin Arnada.

- DANUR (2016). Sutradara Awi Suryadi. Produser MD Pictures.

- ONDE MANDE, karya/ Sutradara Paul Agusta (2022).

- SAKARATUL MAUT, sutradara Sidharta Tata (2023).

- PANGKU, karya/ sutradara Reza Rahadian (2024).

- BADUT GENDONG, sutradara Charles Gozali (2025).

 

Di tengah aktifitasnya yang padat, staf pengajar di Fakultas Teater dan Fakultas Film- Institut Kesenian Jakarta ini, pada 5 November 2010 lalu masih sempat menyelesaikan program studi S2  bidang Film di ISI Surakarta, Solo.


Tahun 2016- 2017, mengadakan pementasan monolog keliling Indonesia. Kota-kota yang pernah dikunjungi Padang-Sumatera Barat, Lombok-Mataram, Bengkulu, Samarinda- Kalimantan Timur, Manado- Sulawesi Utara, Malang- Jawa Timur, dan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Indonesia Kaya, Jakarta, dan Bentara Budaya, Jakarta. Pada bulan April 2017, pentas di 3 wilayah DKI Jakarta; Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.


Saat pandemi Covid 19 melanda dunia, tahun 2019, Jose banyak menulis memberikan pelatihan teater dan sastra (puisi) melalui daring.




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com