Ramadan 1447 H Tiba! Pasar Beduk kota Jambi Ada di Terminal Rawasari
BICARA KULINER - Pemerintah Kota Jambi berencana menghidupkan kembali kawasan Terminal Rawasari dengan menjadikannya sebagai pusat Pasar Bedug Ramadan pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 mendatang.
Kawasan tersebut akan difungsikan sebagai sentra aktivitas ekonomi, sosial, dan keagamaan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jambi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat selama Ramadan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini belum maksimal.
“Dalam rangka mendorong UMKM agar bisa tumbuh dan menggerakkan perekonomian selama bulan suci Ramadan, Terminal Rawasari akan kita aktifkan sebagai pasar bedug. UMKM kuliner bisa berjualan mulai menjelang berbuka puasa hingga malam hari,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, tidak hanya area lantai dasar yang akan difungsikan sebagai lokasi berjualan, tetapi lantai dua Terminal Rawasari juga akan dioptimalkan dengan melibatkan pelaku usaha untuk menyediakan tempat berbuka puasa bagi masyarakat. Dengan konsep tersebut, kawasan Terminal Rawasari diharapkan menjadi pusat keramaian baru selama Ramadan.
Selain menjadi pusat ekonomi, Terminal Rawasari juga akan dijadikan sebagai sentra kegiatan keagamaan. Berbagai agenda keislaman direncanakan digelar sepanjang bulan Ramadan, mulai dari lomba azan, tabligh akbar, hingga peringatan Nuzulul Quran. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
“Kita akan setting kawasan ini agar benar-benar optimal. Akan ada berbagai kegiatan keagamaan sepanjang Ramadan, sehingga kawasan ini tidak hanya ramai secara ekonomi, tetapi juga menjadi ruang sosial dan spiritual bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk menyukseskan program tersebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dilibatkan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Penataan kawasan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengaturan tenant, kebersihan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung.
Dari sisi ekonomi daerah, pasar bedug ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian, Maulana menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini bukan semata mengejar PAD.
“Manfaatnya tentu bisa meningkatkan PAD, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menggerakkan ekonomi UMKM. Target PAD bukan yang utama,” tegasnya.
Jumlah tenant yang disiapkan diperkirakan mencapai sekitar 100 unit, disesuaikan dengan hasil penataan kawasan Terminal Rawasari. Pemkot Jambi berharap kawasan tersebut benar-benar menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Ramadan.
“Yang terpenting kawasan ini ramai. Soal pendapatan, kita tidak terlalu berharap. Yang penting UMKM bisa hidup dan berkembang,” tambah Maulana.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Terminal Rawasari juga akan dibuka untuk penjualan pakaian dan produk fashion. Para pengusaha fashion lokal nantinya dapat menyewa tenant yang disediakan pemerintah guna meramaikan aktivitas ekonomi jelang lebaran.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju lokasi, Pemkot Jambi juga akan menyiapkan layanan transportasi berupa bus dan angkot listrik. Jam operasional transportasi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat selama Ramadan, dengan fokus pelayanan pada sore hingga malam hari.
“Kalau sekarang volumenya banyak di pagi hari, nanti selama Ramadan kita fokuskan lebih banyak di sore hari,” pungkasnya. (*/)
Sumber: jambiprima.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
