Monday, January 12, 2026

Tutup Helen’s Play Mart! Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Demo di DPRD


BICARA PERISTIWA
- Gelombang penolakan terhadap keberadaan tempat hiburan malam Helen’s Play Mart di kawasan WTC Kota Jambi kembali menguat. Kali ini, desakan datang dari Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Jambi, Senin (12/1).


Dalam aksinya, massa menyuarakan tuntutan agar Helen’s Play Mart ditutup secara permanen. Mereka menilai keberadaan tempat hiburan malam tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai adat, norma agama, serta kearifan lokal yang dijunjung masyarakat Melayu Jambi.


Salah satu orator aksi, Ahmad Syukri, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menolak kegiatan usaha secara umum. Namun, Aliansi menilai bentuk usaha hiburan malam seperti Helen’s berpotensi menimbulkan dampak negatif, khususnya terhadap moral generasi muda.


“Kami tidak anti usaha. Tapi kami menolak hiburan malam yang bisa merusak moral generasi muda dan mencederai marwah adat Melayu Jambi,” ujar Ahmad Syukri dalam orasinya.


Ia menambahkan, Kota Jambi selama ini dikenal dengan falsafah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Menurutnya, keberadaan tempat hiburan malam yang dinilai bebas dan kurang terkendali bertolak belakang dengan identitas tersebut.


Ahmad Syukri juga menilai, jika dibiarkan beroperasi, tempat hiburan malam berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan minuman keras, hingga gangguan ketertiban umum di lingkungan masyarakat.


“Kami khawatir generasi muda Jambi akan kehilangan arah jika pemerintah menutup mata. Ini bukan hanya soal izin, tapi juga tanggung jawab moral dan sosial,” katanya.


Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu mendesak Pemerintah Kota Jambi, DPRD Kota Jambi, aparat penegak hukum, serta tokoh adat dan tokoh agama untuk bersikap tegas. Mereka meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin operasional Helen’s Play Mart dan menutupnya jika terbukti melanggar aturan serta norma yang berlaku.


Aksi unjuk rasa tersebut, lanjut Ahmad Syukri, merupakan bentuk kepedulian masyarakat adat terhadap masa depan Jambi dan bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.


“Kami ingin Jambi tetap beradat, bermoral, dan berkarakter Melayu. Jangan sampai hiburan malam merusak sendi kehidupan sosial masyarakat,” tutupnya.


Sumber: lihatjambi.com



Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com