Saturday, February 21, 2026

Dede Yusuf Sebut Bank Jambi Masih Sehat



BICARA EKONOMI
- Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mengapresiasi kondisi dan kinerja Bank Jambi yang dinilai masih berada dalam kategori sehat di tengah tantangan industri perbankan daerah.


Penilaian tersebut disampaikan Dede Yusuf usai memimpin kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Jambi yang berlangsung di Gedung Mahligai 9 Bank Jambi, Jumat (20/2/2026).


“Secara outlook masih kategorinya bagus. Karena di beberapa daerah kondisinya sudah sangat mepet. Bank Jambi ini masih sehat dan mudah-mudahan bisa terus ditingkatkan,” ujar Dede Yusuf.


Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, jajaran komisaris dan direksi Bank Jambi, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi. Pertemuan membahas penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta isu tata ruang daerah.


Kolaborasi KUB Dinilai Langkah Strategis


Dalam kesempatan itu, Dede Yusuf juga menyoroti kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Jambi dan Bank Jabar Banten (bank bjb).


Menurutnya, sinergi dengan bank daerah yang memiliki kapasitas lebih besar menjadi strategi penting untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap bank pembangunan daerah.


“Kami melihat bank-bank besar perlu mendorong bank daerah lain agar mampu meningkatkan modal dasar dan berkembang lebih kuat. Saya pikir langkah ini sangat baik,” katanya.


Gubernur: Kinerja Positif, Tantangan di Permodalan


Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa performa Bank Jambi terus menunjukkan tren positif, terutama dalam perluasan layanan hingga wilayah pelosok.


“Secara kinerja Alhamdulillah cukup baik dan mampu menjangkau hingga daerah terpencil. Namun dari sisi permodalan memang sebelumnya belum mencapai Rp3 triliun sehingga harus bermitra melalui KUB,” jelasnya.


Kerja sama KUB dilakukan untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Modal Inti Tembus Rp3,028 Triliun


Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, memaparkan bahwa hingga Desember 2025 modal inti Bank Jambi telah mencapai Rp3,028 triliun.


Adapun komposisi kepemilikan modal terdiri dari:


- Provinsi Jambi: 24,27 persen

- Bank bjb: 7,73 persen

- Pemerintah kota: 13,01 persen

- Pemerintah kabupaten: 51,13 persen

- Lainnya: 3,86 persen


Capaian tersebut menandai penguatan fundamental bank daerah dalam memenuhi regulasi industri perbankan nasional.


Komitmen Kuat Dukung UMKM dan KUR


Bank Jambi juga menunjukkan peran signifikan dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM di daerah.


- Hingga Desember 2025, tercatat:

- 11.500 debitur UMKM

- Baki debet mencapai Rp1,1 triliun


Sementara penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025 mencapai Rp399 miliar kepada 2.742 debitur, dengan pertumbuhan 8,14 persen secara year on year (YoY).


Secara kumulatif sejak 2016, total penyaluran KUR Bank Jambi telah mencapai Rp1,62 triliun kepada lebih dari 12.300 debitur.


Langkah tersebut mempertegas peran Bank Jambi sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis pelaku usaha mikro dan kecil di Provinsi Jambi. **




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com