Thursday, February 26, 2026

IKN Terima Hibah US$ 2,49 Juta dari AS


BICARA NASIONAL -
Hibah senilai US$ 2,49 juta memperkuat pengembangan konsep kota cerdas Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dukungan tersebut difokuskan pada asistensi teknis dan penyusunan perencanaan strategis yang siap diimplementasikan serta menarik investasi.


Pendanaan berasal dari lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat, United State Trade and Development Agency (USTDA). Hibah ini bertujuan mendorong pembangunan ekonomi negara berkembang sekaligus mempererat kemitraan perdagangan dan investasi.


Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan digitalisasi menjadi dasar pembangunan ibu kota baru. “Transformasi digital fondasi utama pembangunan ibu kota negara baru Indonesia,” ujar Basuki di Penajam Paser Utara, Jumat (27/2/2026), dilansir dari Antara.


Otorita IKN telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk penyediaan asistensi teknis solusi kota cerdas. Kerja sama tersebut memperkuat penyusunan cetak biru kota cerdas yang terintegrasi, aplikatif, dan siap investasi guna mempercepat transformasi IKN sebagai kota berkelanjutan.


Basuki menekankan pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga sistem digital yang aman dan berkelanjutan. “IKN harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan dan secara fundamental cerdas,” kata Basuki Hadimuljono.


Program asistensi melibatkan konsorsium Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia Center of Excellence on Smart City, Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia sebagai mitra Google Cloud Platform.


Penyusunan dokumen strategis dan teknis dilakukan untuk memastikan implementasi kota cerdas berjalan terstruktur, transparan, dan sejalan dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG).


Anggota dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus direktur proyek, Subhranshu Sekhar, menilai IKN berpotensi berkembang melampaui konsep kota cerdas. “Cetak biru yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan implementasi kota cerdas yang konkret sekaligus model percontohan bagi pengembangan kota cerdas di Indonesia dan dunia,” kata Subhranshu Sekhar.


Ia menyebut, di tengah transformasi industri berbasis pengetahuan, kota dituntut beralih dari sistem digital statis menuju kecerdasan adaptif. IKN dinilai memiliki peluang menjadi rujukan global dalam pengembangan paradigma perkotaan berbasis teknologi dan keberlanjutan.


Sumber: beritasatu.com



Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com