Dua 'Pegulat Tangguh' Si Kembang Takluk di Tangan Personel Damkartan Kota Jambi
BICARA PERISTIWA - Personel Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkartan) kota Jambi, harus bertarung sengit melawan dua 'pegulat tangguh'yang dihadapi malam hingga pagi hari.
Pegulat yang tidak bisa diremehkan karena kekuatannya terkenal mampu membunuh mangsanya dengan 'Pelukan' alias lilitan kuat, memiliki ukuran tubuh besar, dan aktif di malam hari, atau Pelukan kuat dalam gulat disebut Bear Hug (Pelukan Beruang). Teknik ini melibatkan melingkarkan kedua lengan dengan erat di sekeliling dada, punggung, atau pinggang lawan untuk menekan atau melumpuhkan mereka.
Dari berbagai sumber seperti animationmentor.com, menyebut Teknik lilitan atau pelukan keras yang dilakukan dalam animasi sering kali divisualisasikan menggunakan prinsip Squash and Stretch (pemampatan dan peregangan).
Saat melilit mangsa dengan keras, tubuhnya akan terlihat memadat (squash) di bagian lilitan dan meregang (stretch) di bagian tubuh lainnya untuk memberikan efek dinamis dan kesan kekenyalan tubuh karakter.
Sumber lainnya bbc.com, Kekuatan lilitan paling mematikan umumnya berasal dari keluarga ini, mampu meremukkan tulang dan menyebabkan serangan jantung pada mangsanya.
Itulah si pegulat tangguh yaitu Ular Sanca. Ular sanca, dikenal juga sebagai piton atau ular sawa (familia Pythonidae), adalah kelompok ular pembelit tidak berbisa yang tersebar di Afrika, Asia, dan Australia.
Maka, personel Damkartan bergegas cepat serta terukur saat warga memberikan laporan, walau jelang tengah malam (Selasa, 14/04/2026).
Sekitar pukul 22.33 WIB. Laporan datang dari seorang warga bernama David di kawasan Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur.
Tak butuh waktu lama, Regu 2 pos Jambi Timur dipimpin Wilopo langsung meluncur ke lokasi dan tiba hanya dalam hitungan menit. Di sana, mereka menemukan seekor ular sanca sepanjang sekitar 3,5 meter dengan berat diperkirakan mencapai 15 kilogram bersembunyi di bawah atap rumah warga.
Dengan menggunakan alat khusus seperti stik hook dan stik grab, petugas berhasil menjepit dan mengamankan ular tersebut. Mulut ular kemudian dilakban untuk menghindari risiko serangan.
Laporan Kembali ada pada Rabu (15/4/2026) pagi pukul 05.47 WIB, muncul di Perumahan Kenali, Kecamatan Alam Barajo.
Petugas Regu 2 Posyankar Alam Barajo dipimpin Hendra, segera bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 06.04 WIB. Seekor ular sanca sepanjang kurang lebih 3 meter ditemukan di area permukiman warga.
Mustari Affandi, Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, menuturkan bahwa Pelayanan Berpedoman Pada Permendagri No. 114 Tahun 2018 Tentang Standar Teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kab/Kota.
"Operasi berjalan aman dan lancara, seluruh operasi dilakukan dengan prinsip 5T: terencana, terukur, terarah, terlayani, dan tuntas," Tegas Mustari Affandi.
Sebagai pengayaan pengetahuan tambahan merujuk laman Mongabay.co.id, Ular sanca menyukai tempat lembab, seperti hutan, rawa-rawa, dan sungai. Mereka adalah perenang ulung dan bisa memanjat pohon, terutama jenis sanca hijau.
Ular sanca, seperti Sanca Kembang (Malayopython reticulatus) yang panjangnya bisa melebihi 7 meter, memburu mamalia kecil, burung, dan reptil lainnya dengan cara melilit hingga mangsa kehabisan napas, lalu menelannya utuh.
Beberapa jenis sanca yang umum ditemukan adalah Sanca Kembang, Sanca Hijau, dan Sanca Bola (Sanca raja/ Ball Python) yang populer sebagai hewan peliharaan.
Ular sanca betina bertelur (ovipar) dan mengerami telurnya dengan melingkarkan tubuhnya di atas tanah selama 2 hingga 3 bulan. Sering ditemukan di pemukiman (terutama di area sawah/hutan) karena memangsa hewan ternak. (*/HN)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom


