Utang Luar Negeri RI Naik Lagi, Tembus Rp 7.389 Triliun
BICARA NASIONAL - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 434,7 miliar pada Januari 2026 atau setara Rp 7.389 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.000 per dolar AS.
Secara bulanan, ULN Indonesia naik 0,69% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar US$ 431,7 miliar. Sementara secara tahunan, ULN meningkat 1,7% dari posisi US$ 427,4 miliar pada Januari 2025.
Meski secara nominal masih meningkat, laju pertumbuhan ULN pada Januari 2026 tercatat melambat. Pertumbuhan bulanan dan tahunan tersebut lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang masing-masing sebesar 1,6% dan 1,86%.
Bank Indonesia menegaskan posisi ULN tetap terkendali dan berada dalam struktur yang sehat.
“Posisi utang luar negeri atau ULN Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).
Secara rinci, ULN pemerintah pada Januari 2026 tercatat sebesar US$ 216,3 miliar atau secara tahunan tumbuh 5,6%, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 5,5%. Secara bulanan, ULN pemerintah juga tumbuh 0,98%.
Ramdan menjelaskan perkembangan ULN pada awal tahun ini dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pelaksanaan program dan proyek pemerintah, serta aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 193,0 miliar pada Januari 2026, menurun dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar US$ 194,0 miliar. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi 0,7% pada Januari 2026, lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,2%.
Penurunan posisi ULN swasta tersebut dipengaruhi oleh utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan. Lebih lanjut, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang turun menjadi 29,6% pada Januari 2026 dari 29,9% pada Desember 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,6% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Ramdan.
Sumber: beritasatu.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
