BMKG Sulut Catat 135 Gempa Susulan, Rumah dan Tempat Ibadah Rusak
BICARA PERISTIWA - Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 WITA. Hingga Kamis sore, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 135 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo berkisar antara 2,8 hingga 5,5.
Pusat gempa berada di 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan kuat dirasakan selama 15 hingga 20 detik dan sempat memicu kepanikan warga serta peringatan dini tsunami.
Gempa ini menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan di beberapa wilayah. Data sementara mencatat 6 rumah tinggal, 4 gedung perkantoran, dan 4 rumah ibadah terdampak.
Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng, menyebut Kelurahan Sario menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah. Seorang warga, Deice Lahia (69), dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Jenazah korban dampak gempa M 7,6 itu telah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Selain itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan cedera ringan.
Salah satunya diketahui melompat dari Studio Pelangi dekat Hotel Prince dan sempat dirawat di Puskesmas Bahu. Korban lainnya termasuk seorang anak perempuan di lapangan KONI serta seorang warga yang sedang berolahraga, keduanya mengalami luka ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengonfirmasi kerusakan pada fasilitas publik, termasuk Gedung KONI Manado.
"Ada juga beberapa gereja Katolik di Desa Kembes dan Rumpingpor yang plafonnya runtuh. Namun, secara umum fasilitas umum lainnya saat ini sudah mulai berjalan normal," ujar Adolf kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).
Terkait potensi tsunami, Adolf menyebut pihaknya menerima informasi sempat terjadi kenaikan muka air laut dalam skala kecil. Meski begitu, warga diimbau untuk tetap waspada walau status bahaya sudah dicabut.
"Ada tsunami tetapi sangat kecil, hanya 2 cm di Bitung dan 3 cm di sekitar Halmahera menurut data BMKG. Tidak berpengaruh signifikan, namun kewaspadaan tetap yang utama," ucap Adolf.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Manado, George Mercy Randang, mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
"Kami meminta masyarakat tidak panik. Pastikan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Bagi yang berencana melakukan perjalanan jauh, terutama lewat jalur laut, sebaiknya ditunda dulu mengingat potensi gempa susulan masih ada," ujar George.
Tim SAR gabungan bersama instansi terkait masih bersiaga di wilayah terdampak untuk melakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut. BMKG juga telah mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 09.56 WIB. Saat ini, kondisi di Kota Manado berangsur normal pascagempa.
sumber: beritasatu.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
