FBRB dan WKS Antisipasi Karhutla dengan Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
BICARA LINGKUNGAN - Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperlukan keterlibatan dari seluruh pihak, baik pemerintah, perusahaan, aparat, akademisi, maupun masyarakat.
Sebagai bentuk langkah preventif menghadapi musim kemarau tahun 2026, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jambi bersama PT Wirakarya Sakti (WKS) menggelar Sosialisasi Kolaboratif Antisipasi Karhutla Bersama Lintas Sektor dengan tema “Manajemen Pengurangan Risiko Bencana di Tingkat Kecamatan” di Aula Kantor Camat Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi pada Selasa (05/05/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kebutuhan bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap dampak yang disebabkan dari bencana karhutla.
Selain menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini juga sebagai wadah koordinasi dan penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan serta penanganan dini potensi bencana setingkat kecamatan.
Sosialisasi ini dinarasumberi oleh BPBD Provinsi Jambi, Akademisi UNJA, Camat Taman Rajo, Kapolsek Taman Rajo, serta Koramil 415-05.
Sebanyak 10 Desa turut hadir untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terkait titik-titik atau daerah rawan akan bencana karhutla di wilayah tempat tinggal mereka, yang mana diantaranya Desa Rukam, Desa Sekumbung, Desa Manis Mato, Desa Dusun Kebun, Desa Kemingking Dalam, Desa Kemingking Luar, Desa Kunangan, Desa Talang Duku, Desa Tebat Patah, dan Desa Teluk Jambu.
Materi yang disampaikan merupakan langkah-langkah startegis paling penting dalam penanganan karhutla, mengingat dampaknya yang luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat.
Para peserta juga mendapatkan pemahaman terkait pentingnya pemantauan tinggi muka air lahan gambut, pengawasan wilayah yang memiliki riwayat kebakaran berulang, serta urgensi dari optimalisasi infrastuktur pencegahan dimulai dari canal blocking, embung air, fungsi menara pantau dan pengcekan sumur bor.
FPRB juga mendorong pihak pemangku kepentingan untuk menetapkan status siaga, merencanakan Apel Siaga Darurat Karhutla, membentuk posko Karhutla Terpadu, serta mengajukankan operasi modifikasi cuaca kepada pemerintah pusat.
Camat Kecamatan Taman Rajo, Rizky, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosialisasi ini dan berharap masyarakat hadir untuk menjaga hutan bersama-sama.
“Kami mengapresiasi inisiatif dari Tim FPRB dan PT WKS atas penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan diskusi terkait kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana (karhutla) di Kecamatan Taman Rajo”, ungkap Rizky.
“Semoga seluruh peserta yang hadir hari ini saling menjaga agar tidak terjadi karhutla serta segera melaporkan apabila ada potensi kebakaran di wilayah Desa masing-masing” tambahnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan adanya pembuatan Komitmen Bersama yang ditandatangani oleh seluruh Kepala Desa yang hadir, untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla guna mewujudkan wilayah Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi bebas dari asap dan api serta dampak yang dapat ditimbulkan.
FPRB bersama PT WKS berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dan mendukung langkah-langkah preventif bersama para pemangku kepentingan dan masyarakat demi mencapai target “Zero Fire” dan menciptakan Jambi Bebas Asap. (*/)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
