Personel Damkartan Kota Jambi terjatuh dari Lantai Dua, Saat Berjuang Padamkan Api yang Melahap Rumah Warga
BICARA PERISTIWA - Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan KHA Tomok, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi.
Kebakaran tersebut menghanguskan dua unit rumah warga, terdiri atas satu bangunan permanen dan satu hunian non-permanen.
Musibah yang mengejutkan warga seberang Kota Jambi ini terjadi pada Rabu sore, 8 Juli 2026. Laporan adanya insiden kebakaran ini pertama kali diterima oleh pos operator pemadam.
Petugas merespon cepat dan langsung bergerak dari posko terdekat menuju lokasi. Berkat kesiapsiagaan personel, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi titik api pukul 16.54 WIB.
Peristiwa itu dilaporkan oleh pemuda setempat, Nando, warga Tanjung Johor RT 01. Nando secara detail mengabarkan kondisi kobaran api yang kian membesar kepada petugas operator.
Berdasarkan data yang dihimpun, dua bangunan yang dilahap api diketahui milik Muhammad Rasyid dan Ijal. Kedua pemilik rumah tersebut tinggal di Jalan KHA Tomok, Arab Melayu.
Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi. Ia didampingi jajaran pejabat komando mulai dari sekdis, kabid sapra, kasi pemadaman, kasi penyelamatan, hingga kasi sapras.
Kekuatan lini lapangan diperkuat oleh kehadiran Danki, Wadanki, Danton 3 Mako, Danpos Jambi Timur, serta Danpos Jamkose. Satuan tugas yang diterjunkan terdiri dari Pleton 3 Mako, Regu 3 Posyankar Jamkose, dan Regu 3 Posyankar Jambi Timur.
Sebanyak 45 orang personil pemadam bersertifikasi dikerahkan ke lokasi untuk memblokir laju rambatan api agar tidak meluas. Kekuatan logistik yang dikerahkan meliputi 1 unit armada comando, 5 unit armada tempur utama, serta 3 unit armada supply air.
Menurut saksi mata, instalasi listrik di rumah tersebut sudah sering anjlok, atau turun pada bagian sakelar NCB meteran. Hal itu kerap terjadi saat penghuni menyalakan peralatan elektronik berdaya besar secara bersamaan, seperti kulkas, socest, dan gawai lainnya.
Sebelum petaka kebakaran hebat meletup, jaringan instalasi listrik di bagian belakang rumah tiba-tiba mati mendadak. Korban selanjutnya mencoba menaikan NCB pada meteran listrik.
Selang 5 menit, ibu korban melihat ada kobaran api pada bagian plafon rumah. Sialnya di sana terdapat media yang mudah terbakar, seperti tabung gas, kasur dan kertas. Ibu korban pun memberi tahu kepada anaknya.
Nahas, hembusan angin kencang membuat kobaran api kian membesar, dan dengan sangat mudah menyambar area dapur tetangga. Saat itu api semakin membesar dan menyambar pada bagian bangunan non permanen dapur rumah tetangga.
Dalam kondisi panik, korban berinisiatif mengontak pusat bantuan darurat demi mendatangkan armada penjinak api ke lokasi. Selanjutnya korban menghubungi call center 112 dan layanan operator Damkar Kota Jambi.
Operasi pemadaman dan lokalisir area membutuhkan waktu penanganan yang cukup panjang selama 1 jam 30 menit. Sebagai langkah awal pencegahan, petugas Damkartan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mematikan aliran arus listrik di sekitar lokasi.
Koordinasi taktis juga dijalin bersama jajaran Polri guna memperketat pengamanan di sekitar objek terbakar demi memperlancar laju keluar masuk armada. Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim investigasi juga diterjunkan untuk mengidentifikasi penyebab pasti munculnya titik api.
Di lapangan, petugas sempat menemui hambatan. Banyak warga menonton dan memarkirkan motor di sepanjang jalan di lokasi. Situasi kian pelik lantaran posisi bangunan rumah di area pemukiman yang sangat padat.
Melalui penanganan terencana, terukur, terarah, terlayani, dan tuntas, api berhasil dipadamkan dengan aman dan lancar. Volume air yang dihabiskan untuk membasahi seluruh sisa puing kebakaran mencapai 45.000 liter tanpa penggunaan liquid foam.
Berdasarkan hasil analisis investigasi awal, petaka ini diduga kuat akibat penggunaan daya listrik berlebihan, sehingga memicu korsleting pada plafon. Kabel instalasi rumah tidak dilindungi pipa listrik khusus, sehingga percikan korsleting langsung menyambar media yang mudah terbakar.
Total nilai kerugian materiil yang diderita kedua kepala keluarga tersebut belum diketahui pasti. Namun, musibah ini memakan korban luka dari salah satu personel pemadam kebakaran yang bertugas sebagai nozel man.
Petugas damkartan, M Idrus dari Regu 3 Pos Jamkose, mengalami cedera keseleo pada kaki, akibat terjatuh saat berjibaku memadamkan api di lantai dua rumah permanen. Beruntung, situasi di lapangan dapat segera dikendalikan Tim Respon Time Damkartan.
Unsur pendukung yang ikut bersiaga meliputi Camat Pelayangan, Kapolsek Pelayangan, Koramil Pelayangan, PLN Jambi, PSC 119, Lurah, Ketua RT, hingga Tagana Dinsos. Seluruh tim penyelamat telah kembali ke pos masing-masing. (*/)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
