Kamis, 03 September 2026

Bekali Pedagang Kuliner Tanjabtim, SKK Migas PetroChina Gelar Seminar Kantin Sehat


BICARA MIGAS
– SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd terus mendorong peningkatan kualitas dan keamanan pangan para pelaku usaha makanan dan minuman yang berada di lingkungan sekitar wilayah operasionalnya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Keamanan dan Keselamatan Kantin Sehat 2026 yang menyasar pemilik warung, rumah makan, kantin sekolah, katering hingga pelaku UMKM kuliner lainnya.


Kegiatan digelar di Rec Hall North Geragai Basecamp, Rabu (2/9), dan diikuti 24 peserta yang merupakan para penyedia makanan yang berjualan di sekitar lingkungan kerja PetroChina, kali ini khususnya yang berada di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur.


Seminar dibuka Sr. Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd, dr. William Aditya, yang hadir mewakili manajemen perusahaan.


Dalam sambutannya, dr. William mengatakan Seminar Kantin Sehat merupakan bagian dari komitmen PetroChina dalam meningkatkan kepedulian terhadap Masyarakat yang menjajakan makanan dan minuman, terutama para pelaku usaha kuliner yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Program tersebut bukan kegiatan yang baru dilakukan. Menurutnya, Seminar Kantin Sehat telah dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar pada 22 Agustus di wilayah Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.


“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Sebelumnya, pada 22 Agustus, seminar serupa juga digelar di wilayah Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” katanya.


Seminar Kantin Sehat kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. PetroChina berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang sehingga manfaatnya semakin dirasakan para pelaku usaha kuliner pada tahun-tahun mendatang.


Dr. William menegaskan, kualitas makanan tidak cukup hanya dinilai dari rasa dan harga. Aspek kebersihan, kesehatan, keamanan pangan serta kepercayaan konsumen juga menjadi faktor penting yang harus menjadi perhatian pelaku usaha.


Menurutnya, potensi risiko keamanan pangan dapat terjadi pada seluruh tahapan pengelolaan makanan. Mulai dari saat bahan baku diterima, proses penyimpanan, pengolahan hingga makanan disajikan kepada konsumen.


Karena itu, peserta seminar diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam menjalalankan usahanya sehari-hari.


“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan awareness peserta mengenai higiene sanitasi serta keamanan pangan, sehingga dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan usaha sehari-hari,” ujarnya.


Pelaksanaan seminar turut mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Puskesmas Simpang Pandan.


Dr. William menilai terciptanya tempat usaha makanan yang sehat dan aman membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, perusahaan dan pelaku usaha memiliki peran masing-masing untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar diterapkan di lapangan.


Seminar juga menjadi wadah bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usahanya, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan secara praktis di tempat usaha masing-masing.


“Harapan kami setelah kegiatan ini selesai, ada perubahan positif yang langsung diterapkan di masing-masing tempat usaha. Kantin atau tempat makan yang sehat bukan hanya memberikan makanan yang aman, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen,” jelasnya.


Upaya tersebut dinilai penting karena sebagian karyawan PetroChina juga mengonsumsi makanan yang dibeli dari warung, rumah makan maupun usaha kuliner di yang berada di lingkungan perusahaan.


Dengan semakin baiknya standar kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan para pelaku usaha, kualitas makanan yang dikonsumsi diharapkan semakin terjamin.


Sementara itu, narasumber seminar, dr. Henny Muhammad, Penata Tingkat I sekaligus Dokter Umum Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, menekankan bahwa kebersihan harus menjadi perhatian dalam setiap tahapan pengelolaan pangan.


Ia berharap kegiatan yang digelar PetroChina dapat meningkatkan kesadaran pemilik kantin, warung maupun usaha rumah tangga untuk semakin memperhatikan aspek higiene, terutama dalam proses pengolahan makanan.


“Pangan merupakan salah satu media penyebaran kuman yang paling banyak. Karena itu, kebersihan pangan sangat penting untuk diperhatikan,” katanya.


Menurut dr. Henny, kegiatan tersebut memberikan manfaat positif karena mempertemukan pemerintah dengan para pelaku usaha kuliner. Namun, edukasi yang diberikan perlu dilanjutkan dengan pemantauan dan pengawasan.


Hal itu penting untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari, bukan sekadar menjadi materi selama seminar.


Ia menambahkan, penerapan kebersihan dan keamanan pangan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan para karyawan PetroChina yang membeli makanan dari pelaku usaha di sekitar wilayah operasional.


“Dengan penerapan kebersihan oleh pelaku UMKM kuliner, kualitas makanan yang ada disekitar wilayah operasional pun semakin terjamin,” pungkasnya.




.........
Agar kami terus tumbuh dan selalu sajikan informasi bermanfaat. Dukung bicarajambi.com, klik disini: TRAKTIR KOPI https://trakteer.id/hendry_noesae/gift

Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN

Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com

.....
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman hidup agar manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, Bacalah disini 114 Surat 30 Juz: Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap