Senin, 21 September 2026

Diseminasi Film Dokumenter PRAVAHA dan Pameran Fotografi di Kota Jambi



BICARA FILM
— Rical Maikel, penerima manfaat Dana Indonesiana 2026 kategori Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro/Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah, sekaligus sutradara film dokumenter PRAVAHA, melalui komunitas Langit Lantai Salareh, menggelar kegiatan diseminasi karya berupa pemutaran film dokumenter PRAVAHA dan pameran fotografi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Senin, 21 September 2026.


Kegiatan ini menjadi bagian dari proses diseminasi karya yang lahir melalui dukungan Dana Indonesiana. Bagi Rical Maikel, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi ruang untuk menghasilkan sebuah karya film, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendokumentasikan pengetahuan, pengalaman, praktik kebudayaan, serta perubahan ruang hidup yang ditemukan selama proses penciptaan di Desa Danau Lamo, Jambi.


Film dokumenter PRAVAHA membawa penonton mengikuti kehidupan masyarakat di Desa Danau Lamo melalui hubungan manusia dengan sungai, lingkungan, pengetahuan lokal, serta praktik kebudayaan yang masih berlangsung hingga hari ini.






Film ini mengikuti kehidupan Maskur, masyarakat Danau Lamo yang aktif merawat kebudayaan melalui living museum yang dikelolanya. Maskur juga secara rutin menjaga aliran air melalui dam air yang berada di desa. Di sisi lain, ia memiliki aktivitas sebagai peternak madu yang lokasi peternakannya berada di tengah hamparan pohon akasia yang kini berada dalam kawasan yang dikuasai korporasi.


Kawasan tersebut memiliki sejarah kedekatan dengan kehidupan masyarakat Danau Lamo. Dahulu masyarakat memanfaatkan kawasan tersebut untuk mencari ikan dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Bagi Maskur sendiri, kawasan itu juga menyimpan memori masa kecil.


Namun hubungan tersebut kini mengalami perubahan. Untuk menuju peternakan madunya, Maskur harus meminta izin untuk masuk ke kawasan tersebut dan tidak jarang mengalami ketegangan dengan petugas keamanan yang menjaga kawasan. Ruang yang dahulu begitu dekat dengan kehidupan masyarakat kini menjadi ruang yang berjarak. Perubahan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting yang ditemukan Rical Maikel selama proses penciptaan PRAVAHA.






Selain mengikuti kehidupan Maskur, film ini juga mengikuti Nuraini dan kelompok penganyam di Desa Danau Lamo, khususnya dalam praktik anyaman pandan. Aktivitas menganyam tidak hanya dilihat sebagai proses menghasilkan kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari pengetahuan dan kehidupan masyarakat yang terus berlangsung.


Film PRAVAHA juga menghadirkan Zulkarnain, yang akrab disapa Om Zul, seorang seniman tradisi, budayawan, dan maestro krinok. Melalui Om Zul, film mendengarkan cerita mengenai Perahu Kajang Lako, yang kemudian mengalir kepada cerita tentang kehidupan masyarakat di pinggiran sungai pada masa lalu.


Bagi Rical Maikel, sungai dalam PRAVAHA tidak hanya diposisikan sebagai latar tempat. Sungai menjadi bagian penting dari gagasan film tentang aliran kehidupan, ingatan, pengetahuan, dan perubahan hubungan manusia dengan ruang hidupnya.





Judul PRAVAHA sendiri merujuk pada makna aliran. Aliran tersebut kemudian menjadi gagasan yang menghubungkan berbagai cerita dalam film—air yang mengalir, pengetahuan yang diwariskan, kehidupan masyarakat, hingga perubahan yang terjadi terhadap ruang hidup mereka.


Selain pemutaran film, kegiatan diseminasi juga menghadirkan pameran fotografi yang mendokumentasikan kehidupan, lingkungan, aktivitas masyarakat, serta berbagai proses yang ditemukan selama penciptaan karya di Danau Lamo. Pameran tersebut menjadi medium lain untuk menghadirkan kembali pengalaman dan temuan di lapangan kepada publik.


Melalui kegiatan diseminasi ini, Rical Maikel berharap karya yang lahir melalui dukungan Dana Indonesiana tidak berhenti sebagai produk program, tetapi dapat terus hidup sebagai arsip, pengetahuan, dan ruang percakapan bagi masyarakat.





Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya Langit Lantai Salareh untuk menghadirkan cerita dan pengetahuan yang tumbuh dari daerah ke ruang publik, serta menunjukkan bahwa praktik kebudayaan dan cerita masyarakat di daerah memiliki nilai penting untuk didokumentasikan, dibicarakan, dan diwariskan.


Rical Maikel merupakan sineas dan pengkarya yang menjadi penerima manfaat Dana Indonesiana 2026 kategori Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro/Objek Pemajuan Kebudayaan Rawan Punah. Dalam program tersebut, Rical Maikel bertindak sebagai sutradara film dokumenter PRAVAHA yang mengambil latar dan cerita dari kehidupan masyarakat serta kebudayaan di Desa Danau Lamo, Jambi. (*/Riil)






.........
Agar kami terus tumbuh dan selalu sajikan informasi bermanfaat. Dukung bicarajambi.com, klik disini: TRAKTIR KOPI https://trakteer.id/hendry_noesae/gift

Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN

Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com

.....
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman hidup agar manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, Bacalah disini 114 Surat 30 Juz: Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap