2 Kali Berturut-turut, SKK Migas-PetroChina Kembali Latih 60 Calon Kepala Sekolah dan Perbarui 1000 Set Meja Kursi 21 SD
BICARA MIGAS — SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd, terus membuktikan perannya tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai motor penggerak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR), PetroChina International Jabung Ltd secara resmi melanjutkan komitmen jangka panjang mereka untuk memperkuat sektor pendidikan di Provinsi Jambi.
Realisasi PPM ini mencakup dua program strategis yang berjalan secara paralel: penguatan kapabilitas kepemimpinan guru dan modernisasi sarana fisik kelas dasar.
Sebagai langkah konkret penguatan tata kelola sekolah, PetroChina kembali memfasilitasi Pendidikan dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (Diklat BCKS). Agenda besar ini diikuti oleh 60 guru potensial dari wilayah operasional, dengan rincian 30 guru dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dan 30 guru dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
Pelatihan dirancang secara komprehensif agar para guru daerah siap bertransformasi menjadi manajer sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelatihan yang diinisiasi oleh PetroChina ini berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Jambi. Sinergi multi-pihak tersebut resmi dibuka di Aula BPSDM Provinsi Jambi pada Rabu, 28 Oktober 2026 kemarin.
Bersamaan dengan pengembangan kompetensi guru, aspek infrastruktur fisik sekolah dasar tidak luput dari pembenahan. PetroChina mendistribusikan total 1.000 set meja dan kursi belajar siswa baru untuk mengganti sarana yang sudah using.
Bantuan fisik ini dialokasikan secara merata demi mendukung operasional dan kenyamanan belajar mengajar di 21 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Tanjabbar dan Tanjabtim.
Government and Relations Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Lasno, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan tahun kedua dari perusahaan dalam meningkatkan mutu pendidikan daerah. Langkah ini melanjutkan kesuksesan program tahun 2025 lalu, di mana PetroChina telah memfasilitasi 59 calon kepala sekolah serta menyalurkan 1.000 set meja dan kursi belajar
“Tahun ini kita memfasilitasi kembali pelatihan 60 bakal calon kepala sekolah. Mudah-mudahan kontribusi yang kami berikan dapat mendongkrak kualitas pendidikan di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat,” ujarnya.
Lasno menjelaskan, PetroChina menanggung seluruh biaya operasional pelatihan BCKS ini. melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan, PetroChina terus berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat khususnya dibidang Pendidikan yang ada di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Ia menambahkan, dukungan PetroChina terhadap sektor pendidikan pada 2026 tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar sekolah melalui penyediaan fasilitas belajar.
“Selain pelatihan bagi 60 guru terpilih, pada tahun ini melalui program PPM atau CSR, PetroChina juga kembali menyalurkan 1.000 set meja dan kursi belajar. Bantuan tersebut dibagi rata, masing-masing sebanyak 500 set untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” katanya.
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, mengatakan pelatihan BCKS merupakan tahapan penting bagi calon kepala sekolah untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, sekaligus mempersiapkan diri menjalankan kepemimpinan pendidikan.
“Pelatihan ini tidak hanya diharapkan untuk mendapatkan sertifikasi, tetapi tujuannya adalah bagaimana mencetak calon kepala sekolah yang unggul,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas kepala sekolah turut menentukan keberhasilan dalam mencetak peserta didik yang berprestasi, unggul, dan berkarakter. Karena itu, ia berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata pada peningkatan mutu pendidikan terhadap kedua daerah.
Muslimin Tanja turut menyampaikan apresiasi kepada PetroChina selaku fasilitator pelatihan, serta kepada LPPM Unja, BGTK Provinsi Jambi, dan seluruh pihak yang telah bersinergi menyukseskan pelaksanaan pelatihan BCKS ini
Sementara itu, Ketua Tim Pembelajaran KSPSTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Subandi, menjelaskan bahwa pelatihan BCKS memiliki persyaratan kelulusan yang harus dipenuhi peserta, termasuk tingkat kehadiran minimal 95 persen.
Kementerian, kata Subandi, menghendaki pola pelatihan yang memadukan pembelajaran daring dan tatap muka, dengan peserta mengikuti kegiatan di lokasi pelatihan secara langsung selama pelaksanaan program.
"Jadi syarat kelulusan BCKS ini minimal 95 persen kehadiran, maka kementerian menginginkan pelatihan itu daring dan ada di tempat, tidak pulang," katanya.
Selain itu, peserta diwajibkan menyusun rancangan proyek transformasi kepemimpinan sekolah. Salah satu tahapannya dilakukan melalui diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD).
Subandi juga mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung kualitas pendidikan daerah. Menurutnya, kolaborasi seperti yang dilakukan PetroChina dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di wilayah dengan sumber daya alam melimpah.
“Seharusnya banyak perusahaan di Republik ini meniru langkah PetroChina di Jambi. Negara kita kaya akan sumber daya alam, dan sudah semestinya perusahaan-perusahaan tersebut berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan di daerah operasionalnya,” katanya.
Pada kesempatan sama, Ketua LPPM Universitas Jambi, Dr. Ade Octavia, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyiapkan calon kepala sekolah yang inspiratif, kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Ia berharap kerja sama tidak berhenti pada pelatihan kepala sekolah, tetapi berkembang untuk mendukung peningkatan kompetensi guru, pengembangan siswa berprestasi, serta pemenuhan fasilitas pendidikan.
Dari sisi peserta, Dina Handayani dari SDN 138 Kabupaten Tanjung Jabung Barat menilai pelatihan BCKS tersebut memberikan tambahan wawasan, termasuk melalui materi pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pendidikan.
Menurutnya, penyampaian materi tersebut membantu peserta memperluas pemahaman mengenai perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan.
"Menurut saya, kegiatan ini sangat bagus dan terkelola dengan baik secara sistem, terutama ketepatan waktunya yang sangat on-time. Penyampaian materi pagi tadi mengenai pemanfaatan AI juga sangat menarik. Meskipun sebelumnya kami sudah mengetahui dasarnya, materi tersebut terbukti mampu menambah wawasan kami dengan jauh lebih mendalam. Terlebih bagi saya pribadi, pelatihan ini menjadi sangat luar biasa karena dibiayai penuh oleh PetroChina," ujarnya.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
