Ketika Tubuh dan Hutan Terusik! 'Kodrat' dari Taman Budaya Jambi di TKTB Yogyakarta
BICARA SENI - Taman Budaya Jambi (TBJ) hadir di Temu Karya Taman Budaya (TKTB) Se-Indonesia tahun 2026 di Yogyakarta.
Kehadiran TBJ, membawa pesan berupa seni tari atas peristiwa yang terjadi di sekitar, baik itu manusia maupun lingkungan.
Kegelisahan disajikan lewat karya berjudul 'Kodrat' pada 1 Oktober 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.
Koreografer: Sri Purnama Syam, dengan Asisten: Mugi, kodrat mengetuk kepedulian setiap apresiator yang menikmati karya tersebut.
Kodrat tidak dimaknai sebagai belenggu, tetapi sebagai undangan untuk memahami batas, peran, dan luka. Perempuan dalam karya ini tidak dihadirkan untuk berdebat dengan stigma; ia hadir untuk menunjukkan bahwa tubuh yang tidak sesuai standar tetap menyimpan gejolak, martabat, dan doa.
Sementara itu, Suku Anak Dalam tidak dihadirkan sebagai eksotisme, melainkan sebagai cermin bahwa manusia dan alam terikat dalam kodrat yang sama: merawat dan dirawat, memberi dan diberi tempat.
Maka Kodrat berbicara tentang dua hal yang sering dianggap pasrah yaitu perempuan dan hutan. Namun justru dari kepasrahan itu lahir kekuatan.
Bukan kekuatan yang menantang, melainkan kekuatan yang bertahan, bukan amarah yang membakar, melainkan kesadaran yang menyalakan.
Ketika tubuh dan hutan sama-sama terusik, tari ini mengajak kita tidak hanya melihat, tetapi juga mengakui: bahwa yang paling dalam dari diri manusia dan alam adalah ruang yang tak boleh dipandang sebelah mata.
Manajer panggung: IchaLago, Penari: Chika, Tiara, Denti, Gian, Firda, Gita, Puji, Mike, Rina, dan Sri Purnama Syam.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom



