Monday, August 18, 2025

Ilmuwan China Siapkan Robot Hamil, Janin Bisa Lahir Tanpa Ibu


BICARA TEKNOLOGI
- Konsep robot hamil yang selama ini hanya muncul di film fiksi ilmiah kini sedang coba diwujudkan ilmuwan di China. Robot humanoid tersebut dirancang mampu mengandung janin hingga proses kelahiran, berkat teknologi rahim buatan yang disuplai nutrisi melalui selang.


Prototipe pertama robot hamil ini diperkirakan meluncur tahun depan dengan harga sekitar 100.000 yuan atau setara  Rp 200 juta. Pengembangnya, Dr. Zhang Qifeng dari Kaiwa Technology, menegaskan bahwa perangkat ini bukan sekadar inkubator, melainkan humanoid yang mereplikasi seluruh proses kehamilan, mulai dari pembuahan hingga persalinan. 


“Rahim buatan sudah berada pada tahap matang dan kini perlu ditanamkan ke dalam robot, sehingga manusia sungguhan dapat berinteraksi dengan robot untuk mencapai kehamilan,” kata Zhang dikutip Dailymail, Senin (18/8/2025).


Namun, kehadiran robot hamil langsung memicu pro-kontra di media sosial China. Sebagian warganet menilai teknologi ini bermasalah secara etika karena memutus hubungan alami antara ibu dan anak. 


“Memutuskan hubungan alami antara janin dan ibu kandung adalah tindakan kejam,” tulis seorang pengguna. 


Sebaliknya, ada juga yang mendukung, menganggapnya bisa membantu keluarga yang gagal menjalani inseminasi buatan. “Jadi pengembangan robot hamil ini adalah kontribusi besar bagi masyarakat,” ungkap warganet lain.


Teknologi rahim buatan sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, ilmuwan di Philadelphia pernah menjaga anak domba prematur tetap hidup dalam kantong plastik biobag. Bedanya, biobag hanya berfungsi seperti inkubator, sementara robot hamil ditargetkan mampu mendukung janin sejak pembuahan hingga lahir.


Meski dianggap menjanjikan, kekhawatiran etika dan feminisme terus disuarakan. Aktivis menilai teknologi ini bisa merendahkan makna kehamilan, bahkan disebut berpotensi menjadi “akhir bagi perempuan”. Namun survei terbaru menunjukkan generasi muda lebih terbuka, dengan 42 persen responden usia 18–24 tahun mendukung gagasan janin tumbuh di luar tubuh manusia.


Jika benar terwujud, robot hamil bisa menjadi solusi bagi China yang tengah menghadapi angka infertilitas tinggi. Data menunjukkan tingkat infertilitas di negara itu meningkat dari 11,9 persen pada 2007 menjadi 18 persen pada 2020.


Sumber: beritasatu.com



Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com