Mobil Terjun ke Jurang di Perbatasan Merangin-Kerinci: 2 Orang Henti Nafas dan Henti Jantung
Informasi pertama diterima dari Kepala Desa Birun, Bambang, pada pukul 16.00 WIB. Satu penumpang bernama Udin berhasil selamat, sementara dua lainnya hilang dan masih dalam pencarian.
Tim POS SAR Kerinci dan di backup Personil Kantor SAR Jambi yang beranggotakan 10 personel bergerak menuju lokasi pukul 16.16 WIB dengan estimasi perjalanan tiga jam dari kerinci dan 8 jam dari Kantor SAR Jambi.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran area jatuhnya kendaraan dan memetakan medan yang didominasi tebing curam. Identitas dua korban hilang masih dalam pendataan.
Operasi ini melibatkan Rescue Pos SAR Kerinci, Kantor SAR Jambi,BPBD Kerinci, Babinsa, dan masyarakat. Peralatan yang digunakan meliputi Rescue D-Max, drone Thermal, rubber boat, Perahu Rafting,perlengkapan komunikasi, navigasi, dan peralatan pendukung lainnya. Cuaca di lokasi terpantau berawan.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, S.T., menegaskan bahwa seluruh unsur bekerja dengan mengutamakan ketelitian dan keselamatan. “Tim melakukan pencarian dengan metode yang disesuaikan kondisi medan. Prioritas kami adalah menemukan dua korban hilang secepat mungkin,” ujarnya.
Hingga malam operasi pencarian hanya dilakukan Pemantauan di tepi tebing dikarenakan visual di lokasi gelap. Informasi tambahan akan disampaikan setelah ada perkembangan terbaru.
Hari kedua (Senin, 08/12/2025) Seluruh korban kecelakaan mobil masuk jurang di Desa Muaro Emat, Kerinci, akhirnya ditemukan. Korban pertama, Yogi (30), ditemukan pukul 09.30 WIB di Desa Guguk, Kecamatan Renah Pemberap, Kabupaten Merangin, sekitar 43 kilometer dari lokasi kejadian setelah terseret arus Sungai Panetai. Korban kedua, Alam, ditemukan pukul 14.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 42 kilometer dari titik mobil terjun ke jurang.
Kedua jenazah segera dievakuasi menggunakan ambulance renah pembarap ke RSUD Bangko. Dengan ditemukannya dua korban yang sebelumnya hilang, seluruh korban kini telah berhasil dievakuasi.
Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, S.T., menjelaskan bahwa penemuan kedua korban pada jarak puluhan kilometer menegaskan kuatnya arus sungai yang membawa tubuh korban jauh dari lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur SAR bekerja nonstop dengan Menggunakan 3 Metode, metode pertama menggunakan drone untuk assesment awal dan pemantauan, metode kedua tim melakukan penyisiran dengan cara vertical rescue untuk menjangkau tepi sungai, metode ketiga tim lakukan penyisiran menggunakan rubber boat dan rafting sepanjang sungai batang merangin untuk memastikan pencarian berjalan efektif.
Kakansar mengapresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat. “Dengan ditemukannya korban kedua, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur gabungan melakukan konsolidasi dan penutupan operasi sesuai prosedur,” ujarnya.
Kakansar turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki periode potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, dan longsor. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian saat berkendara di jalur pegunungan dan wilayah rawan longsor.
Operasi ini melibatkan Pos SAR Kerinci, Kantor SAR Jambi, TNI, Polsek Batang Merangin, Polsek Sungai Manau, Brimob Merangin, BPBD Kerinci, serta masyarakat setempat, dengan dukungan drone, raft, Rescue D-Max, dan peralatan navigasi untuk memetakan aliran sungai yang menjadi jalur pencarian.(*/)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
