Tahukah Kamu? Ini Buah yang Sebaiknya Dihindari untuk Buka Puasa
BICARA RAMADAN - memilih asupan yang tepat saat berbuka puasa sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, sistem pencernaan kita menjadi lebih sensitif. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui buah untuk buka puasa yang baik dan yang sebaiknya dihindari.
Meskipun buah dikenal kaya manfaat, beberapa jenis justru dapat memicu ketidaknyamanan. Konsumsi buah tertentu saat perut kosong bisa menyebabkan masalah pencernaan atau lonjakan gula darah. Mari kenali buah-buahan yang perlu diwaspadai agar momen berbuka tetap nyaman.
Pemilihan buah yang tidak tepat berisiko mengganggu kondisi tubuh, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit tertentu. Memahami karakteristik setiap buah akan membantu membuat pilihan yang bijak. Ini demi memastikan buka puasa yang baik dan sehat.
Waspada Buah Olahan dan Fermentasi Saat Berbuka
Buah-buahan yang telah mengalami proses pengolahan seringkali kehilangan esensi nutrisinya. Buah kering, misalnya, memiliki konsentrasi gula dan kalori jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar karena kandungan airnya telah dihilangkan. Ini menjadikannya kurang ideal untuk buka puasa yang baik.
Satu cangkir kurma kering dapat mengandung sekitar 101 gram gula dan 451 kalori, jumlah yang signifikan. Demikian pula, buah manisan yang dibuat dengan merendam dalam sirup gula sangat tinggi kalori dan rendah serat. Keduanya dapat memicu kenaikan berat badan dan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Jus buah kemasan juga perlu dihindari karena sering mengandung gula tambahan, pengawet, dan aditif. Bahkan jus buah segar buatan sendiri, meski lebih baik, kehilangan serat penting saat diolah. Kehilangan serat ini dapat menyebabkan gula darah melonjak lebih cepat daripada makan buah utuh. Konsumsi jus buah saat perut kosong juga dapat membebani pankreas dan berdampak negatif pada hati.
Buah kalengan seringkali diberi perasa dan bahan tambahan lain yang membuatnya tidak senatural buah segar. Selain itu, buah fermentasi mengandung alkohol yang cukup tinggi. Alkohol ini dapat mengganggu pencernaan saat dikonsumsi saat berbuka puasa. Pilihan ini sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Buah Segar yang Perlu Dibatasi Saat Perut Kosong
Beberapa buah segar yang tampak sehat ternyata kurang cocok dikonsumsi saat perut kosong, termasuk saat berbuka puasa. Buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit, misalnya, sangat asam. Buah ini dapat memicu refluks asam, mulas, atau iritasi lambung, terutama bagi individu dengan perut sensitif.
Nanas mengandung enzim bromelain yang bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti sakit perut atau diare jika dikonsumsi saat perut kosong. Durian juga menjadi buah yang sebaiknya dihindari. Durian mengandung senyawa alkohol yang dapat menyebabkan kembung, mual, dan pusing saat perut kosong, terutama karena tubuh masih lemah setelah berpuasa.
Pisang, meski populer, dapat menyebabkan kembung atau ketidaknyamanan saat memakannya saat perut kosong karena kandungan magnesium dan kaliumnya yang tinggi, yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit. Pisang juga mengandung gula alami tinggi yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah tiba-tiba. Pepaya mengandung papain, enzim yang membantu pencernaan tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan gastrointestinal jika dikonsumsi dalam jumlah besar saat perut kosong.
Semangka memiliki kandungan air yang tinggi dan dapat menyebabkan kembung atau ketidaknyamanan saat dikonsumsi saat perut kosong, terutama dalam jumlah besar. Apel dan pir, karena serat kasarnya, dapat menyebabkan kembung atau gas saat dimakan saat perut kosong. Anggur dengan gula alami dan kandungan air yang tinggi juga berpotensi memicu kembung atau ketidaknyamanan.
Mangga mentah bersifat asam dan dapat merangsang produksi asam berlebihan di lambung, menyebabkan mulas atau iritasi lapisan lambung. Tomat, meskipun sering digunakan sebagai sayuran, bersifat asam dan dapat menyebabkan keasaman dan mulas saat dimakan saat perut kosong. Buah lain seperti nangka, kedondong, jambu biji, salak, persik, dan buah beri juga dapat memicu masalah pencernaan atau kembung jika dikonsumsi saat perut kosong.
Perhatikan Kondisi Kesehatan dan Kombinasi Buah
Sahabat Fimela dengan kondisi kesehatan tertentu perlu lebih cermat dalam memilih buah. Penderita diabetes, misalnya, sebaiknya membatasi buah-buahan dengan kandungan gula tinggi. Contohnya semangka, pisang yang terlalu matang, nanas, mangga, dan anggur, karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah cepat. Buah kering juga masuk dalam daftar yang harus dibatasi bagi penderita diabetes karena konsentrasi gulanya yang tinggi.
Sementara itu, penderita refluks asam atau GERD harus menghindari buah-buahan asam. Jeruk, lemon, grapefruit, dan tomat dapat memperburuk gejala. Mengonsumsi buah-buahan ini saat perut kosong dapat memicu produksi asam lambung berlebihan.
Selain itu, beberapa kombinasi buah juga sebaiknya dihindari. Melon (semangka, blewah, cantaloupe, honeydew) sebaiknya hanya dimakan dengan melon lain karena dicerna lebih cepat daripada buah lain dan memiliki kandungan air yang tinggi. Hindari mencampur buah bertepung seperti pisang hijau dengan buah tinggi protein seperti jambu biji atau alpukat, karena tubuh membutuhkan asam dan basa yang berbeda untuk mencernanya.
Kombinasi buah asam dan semi-asam (seperti grapefruit, stroberi, apel) dengan buah manis (seperti pisang dan kismis) juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan masalah pencernaan. Bahkan, kombinasi pepaya dan lemon dapat menyebabkan anemia atau ketidakseimbangan hemoglobin, dan bisa berbahaya bagi anak-anak. Kombinasi mangga dan pisang sebaiknya dihindari karena tinggi kalori, sementara nanas dan apel tinggi karbohidrat yang dapat memicu trigliserida. Selalu perhatikan reaksi tubuh Anda.
Sumber: fimela.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
