Thursday, February 19, 2026

Ular Memakan ular, Siasat Bertahan Hidup Saat Mangsa Mulai Langka


BICARA FAUNA
Dunia reptil sering kali menyimpan sisi kelam yang sulit diterima oleh logika manusia. Salah satunya adalah fenomena kanibalisme. Selama ini, banyak yang menganggap ular memakan sesamanya sebagai sebuah kelainan perilaku atau kejadian langka akibat stres berat. Namun, sebuah tinjauan ilmiah terbaru terhadap ratusan laporan di seluruh dunia mengungkap fakta yang berbeda. Perilaku ini ternyata bukan sebuah kesalahan alam, melainkan adalah siasat bertahan hidup yang sangat matang.


Temuan mengejutkan ini dirangkum dalam penelitian berjudul Occurrence and evolution of cannibal behaviour in extant snakes yang disusun oleh Bruna Falcao dan tim. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Biological Reviews pada akhir 2025. Para peneliti menemukan bahwa perilaku kanibal pada ular telah muncul secara mandiri setidaknya 11 kali dalam silsilah keluarga mereka. Artinya. memakan sesama jenis adalah solusi yang diambil oleh berbagai jenis ular di berbagai belahan dunia untuk tetap hidup.

Bukan Rakus, Tapi Taktis

Bagi kita manusia, kanibalisme mungkin terdengar mengerikan. Namun di alam liar,  nilai moral tidak berlaku, yang ada hanyalah perhitungan energi. Bruna Falcao,  peneliti dari University of São Paulo, Brazil,  menjelaskan bahwa perilaku ini sangat taktis. Ular tidak melihat mangsa berdasarkan hubungan kekerabatan. Mereka melihatnya sebagai paket protein yang tersedia saat perut sedang lapar.

Ular king kobra (Ophiophagus hannah) sedang memangsa ular (kemungkinan besar ular pipa berekor merah (Cylindrophis ruffus)) di Suaka Margasatwa Lahan Basah Sungei Buloh, Singapura | Foto oleh Lip Kee CC BY-SA 2.0
Ular king kobra (Ophiophagus hannah) sedang memangsa ular (kemungkinan besar ular pipa berekor merah (Cylindrophis ruffus)) di Suaka Margasatwa Lahan Basah Sungei Buloh, Singapura | Foto oleh Lip Kee CC BY-SA 2.0

Penelitian tersebut mengumpulkan data dari 503 kasus kanibalisme yang melibatkan 207 spesies ular. Temuan ini mematahkan anggapan bahwa hanya spesies tertentu seperti kobra yang gemar memangsa ular lain. Kelompok Elapidae atau kobra memang dikenal sebagai pemangsa reptil. Namun, data menunjukkan bahwa keluarga ular lain seperti Viperidae dan Colubridae juga melakukan hal yang sama jika keadaan mendesak.

Pada kelompok ular yang biasanya memakan tikus atau katak, kanibalisme dipicu oleh tekanan lingkungan yang hebat. Ketika populasi mangsa utama menurun akibat kerusakan habitat atau perubahan musim,  ular akan beralih ke mangsa terdekat. Dalam hal ini. individu lain dari jenis mereka sendiri menjadi pilihan yang paling masuk akal untuk menyambung nyawa.

Kemampuan Fisik yang Mendukung

Tidak semua ular bisa menjadi kanibal dengan mudah, karena ada syarat fisik yang harus terpenuhi agar siasat ini berhasil. Struktur rahang adalah kunci utamanya. Ular yang memiliki anatomi rahang sangat lentur dan mampu membuka mulut sangat lebar memiliki peluang lebih tinggi untuk memangsa sesamanya. Tanpa kemampuan ini,  mustahil bagi seekor ular untuk menelan bulat-bulat tubuh ular lain yang ukurannya sering kali hampir sama besar.

Selain faktor fisik,  faktor lingkungan juga memegang peranan penting. Banyak laporan kanibalisme terjadi di wilayah dengan ketersediaan mangsa yang terbatas. Di alam liar,  fenomena ini bisa berfungsi sebagai cara alami untuk mengontrol jumlah populasi. Dalam beberapa situasi yang ekstrem, kanibalisme bahkan membantu menjaga keseimbangan energi. Induk ular tertentu diketahui memakan telurnya yang gagal menetas demi memulihkan energi setelah proses bertelur yang melelahkan.

Visualisasi evolusi kanibalisme pada ular berdasarkan model estimasi karakter leluhur. Dari sini terlihat bahwa strategi memakan sesama telah muncul berkali-kali dalam garis keturunan yang berbeda, menunjukkan betapa fleksibelnya cara ular bertahan hidup di alam liar. Sumber Gambar & Riset: Falcão, B. B., Pedro, V. a. S., & Entiauspe‐Neto, O. M. (2025). Occurrence and evolution of cannibal behaviour in extant snakes. Biological Reviews.

Di sisi lain, stres akibat ruang gerak yang sempit juga memicu perilaku ini. Pada kasus di penangkaran, ular sering kali menyerang satu sama lain karena merasa terancam atau bersaing memperebutkan tempat. Hal ini memberikan pelajaran penting bagi upaya pelestarian satwa. Memahami kebutuhan ruang dan ketersediaan mangsa spesifik setiap jenis ular sangatlah penting untuk mencegah perilaku agresif ini muncul secara tidak alami.

isualisasi bagaimana bentuk tengkorak dan fleksibilitas rahang menentukan apakah suatu spesies ular mampu melakukan kanibalisme. Warna abu-abu pada kolom C.1 menandakan kehadiran perilaku kanibal yang mayoritas ditemukan pada kelompok ular dengan rahang tipe pemangsa besar. Sumber Data Gambar: Falcão, B. B., Pedro, V. a. S., & Entiauspe‐Neto, O. M. (2025). Occurrence and evolution of cannibal behaviour in extant snakes. Biological Reviews.

Indonesia sebagai rumah bagi ratusan spesies ular, mulai dari sanca hingga kobra,  perlu memperhatikan temuan ini. Terganggunya rantai makanan di hutan-hutan kita dapat memicu perubahan perilaku satwa yang drastis. Jika mangsa alami mereka seperti tikus hutan atau katak menghilang akibat aktivitas manusia, maka predator seperti ular akan mencari cara lain untuk bertahan. Hal ini termasuk dengan memangsa jenisnya sendiri secara lebih intensif.

Xavier Glaudas. seorang ahli biologi,  menyebutkan bahwa studi ini membantu kita memahami rahasia bertahan hidup yang selama ini jarang dibahas secara terbuka. Ular adalah salah satu kelompok hewan paling sukses di bumi karena ketangguhan mereka dalam beradaptasi. Kemampuan mereka untuk memandang sesama sebagai sumber energi cadangan adalah salah satu alasan mengapa mereka tetap bertahan selama jutaan tahun.


Sumber Riset: Falcão, B. B., Pedro, V. a. S., & Entiauspe‐Neto, O. M. (2025). Occurrence and evolution of cannibal behaviour in extant snakes. Biological Reviews/Biological Reviews of the Cambridge Philosophical Society. https://doi.org/10.1111/brv.70097








Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com