Monday, April 27, 2026

Doa Kecil untuk yang Tak Pernah Selesai



Tujuh puluh tujuh tahun,

waktu menua tanpa mampu menuaimu.


Di sudut-sudut sunyi,

baitmu masih berjalan tanpa sandal,

menyapa hujan,

menegur angin yang pura-pura lupa.


Aku membayangkan,

engkau duduk di antara huruf-huruf yang belum selesai,

menghisap sebatang kesepian,

lalu tersenyum—

seolah hidup ini hanya jeda

dari sebuah sajak yang terlalu panjang.


Tuhan,

kalau boleh aku berdoa dengan cara yang sederhana:

jangan terlalu cepat memadamkan api

yang Kau titipkan pada orang-orang seperti dia.


Sebab dunia ini,

kadang terlalu sibuk jadi ramai,

hingga lupa bagaimana caranya

menjadi jujur seperti puisi.


Dan kami—

yang tersisa ini—

hanya bisa meniru-niru berani,

meski sering bersembunyi di balik kata “nanti”.


Tujuh puluh tujuh tahun,

namamu tak juga selesai dibaca.


Mungkin memang begitu seharusnya,

karena ada yang lebih abadi dari hidup:

yakni kegelisahan

yang ditulis dengan sungguh-sungguh.



.....

Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com