Doa Kecil untuk yang Tak Pernah Selesai
Tujuh puluh tujuh tahun,
waktu menua tanpa mampu menuaimu.
Di sudut-sudut sunyi,
baitmu masih berjalan tanpa sandal,
menyapa hujan,
menegur angin yang pura-pura lupa.
Aku membayangkan,
engkau duduk di antara huruf-huruf yang belum selesai,
menghisap sebatang kesepian,
lalu tersenyum—
seolah hidup ini hanya jeda
dari sebuah sajak yang terlalu panjang.
Tuhan,
kalau boleh aku berdoa dengan cara yang sederhana:
jangan terlalu cepat memadamkan api
yang Kau titipkan pada orang-orang seperti dia.
Sebab dunia ini,
kadang terlalu sibuk jadi ramai,
hingga lupa bagaimana caranya
menjadi jujur seperti puisi.
Dan kami—
yang tersisa ini—
hanya bisa meniru-niru berani,
meski sering bersembunyi di balik kata “nanti”.
Tujuh puluh tujuh tahun,
namamu tak juga selesai dibaca.
Mungkin memang begitu seharusnya,
karena ada yang lebih abadi dari hidup:
yakni kegelisahan
yang ditulis dengan sungguh-sungguh.
.....
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
