Saturday, May 23, 2026

I Putu Oka Surya Pratama asal Bali di JCF 2026


BICARA PANGGUNG
- Jambi Cultural Festival (JCF) 2026 diselenggarkan oleh Yayasan Arus Budaya, pada 16 s.d 18 Juli 2026 di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi.


Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi ini, untuk tahun 2026 meluaskan jangkauannya se-Indonesia yang akan diikuti 6 Koreografer. Sebelumnya JCF 2025 berasal dari 4 provinsi di pulau Sumatera, JCF 2024 asal Jambi 4 koreografer.


Keenam koreografer yang terpilih adalah:
1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi 
2. ⁠Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat 
3. Fachri matlawa, asal Papua 
4. ⁠Shafira emeralda, asal Bangka belitung 
5. ⁠I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali 
6. ⁠Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat


Koreografer: I Putu Oka Surya Pratama
Asal: Bali


I Putu Oka Surya Pratama, yang akrab disapa Oka, adalah putra asli pulau dewata, Bali. Kini ia aktif menggeluti dunia kesenian. khususnya Tari, dengan keseriusan yang langka. Oka tekun melakukan riset pertunjukan, meramu setiap karyanya yang 'nakal' itu dengan ramuan ketubuhan dengan sebuah pendekatan yang mengguncang nalar tubuh konvensional.


Lulusan S2 ISI Yogyakarta ini akan berkunjung ke Taman Bduaya Jambu untuk menampilkan karya terbarunya. Bertolak dari konsep Sad Ripu dalam tradisi Bali, ia menggali enam sifat dasar manusia nafsu, serakah, marah, mabuk, ragu, dan takut-lalu menerjemahkannya ke dalam struktur gerak, ritme, dan komposisi pertunjukan kontemporer yang mengoyak batas.


Kira-kira karya apa yang akan disuguhkan oleh Oka? Mari datang dan saksikan JCF 2026.


"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.



"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)







Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com