Sunday, June 14, 2026

'Topi Loreng Dan Boni' Cerita Anak Yanto Bule

Lonceng tanda masuk belajar terdengar jelas, anak anak berlarian masuk kelas, meskipun  sekolah dengan dinding permanen di depannya,tetapi di bagian belakangnya separo dari bentuk bangunannya masih mengunakan kawat besi,sebagai ventilasi udara nya. Nn


Ya,sekolah dasar Inpres,yang di bangun di zaman presiden Soeharto, dengan sekolah SD di setiap desa di harapkan anak anak bisa wajib belajar sembilan tahun.


Bagiku ,sekolah dengan bangunan beton,menjadi satu satunya bangunan megah di desaku,yang masih sangat terbelakang dari pembangunan, jalan desaku masih batu kerikil, agar di setiap kali hujan tidak becek, maklumlah  desaku sangatlah jauh dari pusat ibukota kabupaten,yang harus di tempuh dengan waktu Berjam jam lama nya dengan kendaraan roda dua.


Jangankan roda dua, di desaku memiliki sepeda ontel saja sudah sangat mewah, jangan tanya soal penerangan listrik, di rumahku saja yang ada hanyalah lampu minyak, dan setiap sorenya kaca semprong nya harus di bersihkan agar pendaran cahayanya bisa luas dan menerangi seluruh ruangan di rumahku.


Di saat pagi, akan berangkat sekolah sudah pasti ibuku selalu mengingatkan agar aku membersihkan lubang hidung terlebih dahulu,sebab asap sisa pembakaran minyak tanah di lampu pasti terhisap hidung,kalau tidak di bersihkan sudah pasti jadi bahan olokan kawan di kelas,sebab lubang hidung ku menghitam seperti jelaga.


Lonceng tanda masuk jam belajar sudah di pukul oleh pak Wid,penjaga sekolah,tepat pukul 7.30 waktunya anak anak masuk kelas, Tak lama pak Suroso wali kelas masuk bersama dengan satu orang berpakaian loreng malvinas ,masuk dengan sangat gagah.


"Pagi anak anak"

"Pagi pak guru"


" Pagi ini,sekolah kita kedatangan bapak tentara yang tengah membangun desa,dan salah satunya bapak bapak tentara akan mengajar di sekolah kita"


Hening suasana kelasku, di depan kelas berdiri pria tegap dengan seragam loreng yang gagah , pakaiannya rapi,sepatunya mengkilat tersemir,dan topi rimba khas tentara di pakai di atas kepalanya,betapa gagahnya sosok tentara di depan kelasku.


" Perkenalkan nama saya sertu Taib, anggota kodim yang bertugas di sini,dalam rangka ABRI masuk desa"jelas pak Suroso kepala sekolahku.


" Selama satu bulan ke depan saya ,akan mengajar mata pelajaran pendidikan moral Pancasila di sekolah ini"


Canda tawa kawan kawan sekelas, usai belajar selesai lonceng pertanda belajar selesai nyaring terdengar keras, berhamburan anak anak keluar kelas untuk segera pulang.


Siang itu,usai belajar dengan bapak tentara,aku bergegas pulang bersama temanku .


" Enak juga ya belajar sama tentara, selain disiplin cara belajarnya juga asik tidak kaku"


" Bagimu enak Boni,kamu bisa santai belajar,kalau aku malah takut salah,jangan jangan kena hukum di depan kelas"


Obrolan pulang sekolah di selingi dengan canda tawa, tak terasa perjalanan kami dari sekolah menuju rumah sudah dekat, memang berangkat dan pulang sekolah bagi kami anak anak desa selalu jalan kaki ramai ramai,sebab belum ada kendaraan di desaku yang bisa mengantar menuju sekolah.


" Mat, jangan lupa nanti sore kita ngaji di musola pak Hanan ya"


" Ok Boni,sebelum ke mushola kamu singgah kerumahku,biar kita bisa sama sama ngaji di sana ya"


Malam itu terasa berbeda di rumahku, bapak sejak sore sudah membersihkan lampu petromax jatah transmigrasi, meja dan kursi kayu sudah di bersihkan ibuku, lantai tanah di ruang tamu di sirami air ibuku, sehingga saat di pijak debu tidak berterbangan.


" Tumben pak, lampu petromax di hidupkan,mau ada acara apa di rumah kita pak"


" Nanti malam akan ada tamu di rumah, mereka adalah anggota ABRI masuk desa,mau berkunjung kerumah kita"


" O,begitu ya pak..tadi di sekolah juga ada tentara yang mengajar di kelasku pak, katanya dari kodim"


" Ya sudah, kamu bantu ibumu merebus pisang dan ubi ,siang tadi bapak petik di kebun belakang rumah kita, ajak adikmu membantu membersihkan gelas ya"


Suara azan isya,mengumandang usai sholat aku dan Mamat langsung pulang,untuk mengerjakan PR dari Bu guru Sri, langkah kecil aku ayunkan menuju rumah.


Sampai di depan rumahku,te



... 


Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com

.....
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman hidup agar manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, Bacalah disini 114 Surat 30 Juz: Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap