Minggu, 04 Oktober 2026

GERAK BERSANDING Kader Posyandu Kumpeh Ulu : Upaya Turunkan Stunting Bersama Pertamina EP Jambi Field


BICARA MIGAS
– Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis pada September 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Muaro Jambi tercatat meningkat dari 12,5 persen menjadi 18,3 persen. Hal tersebut menunjukkan pentingnya penguatan intervensi hingga tingkat keluarga dan desa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kapasitas kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis desa.

 

Langkah tersebut dilakukan Pertamina EP Jambi melalui program GERAK BERSANDING, Gerakan Keluarga Berdaya dan Anak Sehat Anti Stunting, dengan menggelar Pelatihan Kader Tangguh bertema Penguatan Kecakapan Kader Posyandu untuk Mewujudkan Keluarga Sehat Bebas Stunting di Kecamatan Kumpeh Ulu.

 

Pelatihan berlangsung pada 29–30 September 2026 di Kantor Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, melibatkan 40 kader Posyandu dari empat desa, yakni Lopak Alai, Kasang Lopak Alai, Sungai Terap, dan Kota Karang. Masing-masing desa mengirimkan 10 kader.

 

Upaya pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup pemantauan pertumbuhan anak, kesehatan ibu, edukasi keluarga, sanitasi, hingga kemampuan mendeteksi faktor risiko sejak dini. Dalam konteks tersebut, kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, serta keluarga di lingkungan tempat tinggalnya.

 

Kurniawan Triyo Widodo, Field Manager Pertamina EP Jambi menyampaikan bahwa Posyandu merupakan titik terdekat masyarakat dalam memperoleh informasi dan layanan kesehatan. "Peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan edukasi, melakukan pemantauan, serta mengenali faktor risiko kesehatan sejak dini,” ujarnya.

 

Tidak hanya menyasar pengetahuan mengenai stunting, pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan kader dalam menjalankan pelayanan kesehatan secara lebih komprehensif. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan dan pelayanan dasar Posyandu, termasuk peran kader, kelembagaan, alur pelayanan, serta jenis pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat.

 

Kader juga dibekali pemahaman mengenai Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menggunakan pendekatan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup. Dengan pendekatan tersebut, kader tidak hanya memahami pelayanan bagi bayi dan balita tetapi juga ibu hamil, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif, hingga lansia.

 

“Pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, keluarga, pemerintah, dan dunia usaha menjadi penting agar edukasi dan intervensi dapat menjangkau masyarakat secara langsung,” papar Kurniawan Triyo Widodo.

 

Menurutnya, peningkatan kapasitas kader diharapkan menghasilkan dampak yang lebih luas karena kader dapat menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dan keluarga di tingkat desa.

 

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi diterapkan dalam kegiatan Posyandu dan pendampingan keluarga. Dengan begitu, semakin banyak keluarga yang mendapatkan informasi kesehatan secara tepat dan mampu mengenali risiko kesehatan lebih awal,” ujarnya.

 

*Dari Edukasi hingga Respons Darurat*

 

Penguatan kader dalam program GERAK BERSANDING juga tidak berhenti pada aspek pemantauan pertumbuhan dan edukasi gizi. Peserta mendapatkan materi “Kader Siaga: Deteksi Dini dan Respons Pertama pada Kondisi Darurat Ibu dan Anak” melalui sharing session yang disampaikan dokter dari Pertamina EP Jambi.

 

Materi tersebut memperkenalkan prinsip keselamatan dan kesiapsiagaan kepada kader sehingga mereka memiliki pemahaman awal mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, termasuk mendorong tindak lanjut maupun rujukan kepada tenaga kesehatan.

 

Sementara itu, tenaga kesehatan dari Puskesmas Muara Kumpeh dan Puskesmas Kasang Pudak memberikan materi sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Kumpeh Ulu. Pelatihan kemudian dilengkapi dengan praktik untuk memastikan materi yang diterima dapat diterapkan dalam aktivitas Posyandu.

 

Kepala Puskesmas Muara Kumpeh, Fadilah mengatakan pelatihan Posyandu ILP ini sangat bermanfaat, mudah dipahami dan langsung bisa diterapkan di lapangan. Pengetahuan yang didapatkan diharapkan segera ditularkan ke kader-kader  Posyandu lainnya. "Semoga Posyandu di wilayah kita semakin aktif dan mampu memberikan pelayanan yang optimal untuk ibu dan balita. Terima kasih untuk penyelenggara," ujarnya.

 

Ditambahkannya, pelatihan Posyandu ILP mengedukasi masyarakat tentang 5 langkah Posyandu dan skrining kesehatan. "Semoga setelah pelatihan ini, cakupan kunjungan Posyandu meningkat dan angka stunting bisa kita turunkan bersama.


Pelatihan Posyandu ILP sangat inspiratif dan aplikatif. Harapan saya, kader semakin semangat dan Posyandu semakin dicintai masyarakat," tutupnya.

 

Kader Posyandu Desa Kota Karang, Sri Rahayu mengakui pelatihan penguatan kecakapan kader Posyandu memberikan banyak ilmu dan pengalaman baru bagi mereka. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

"Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat diterapkan di Posyandu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam mendukung terwujudnya keluarga sehat dan pencegahan stunting. Harapan kami, kegiatan seperti ini semoga dapat terus berlanjut agar kapasitas dan peran kader semakin kuat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas," jelas Sri.

 

Melalui program GERAK BERSANDING, Pertamina EP Jambi Field menempatkan penguatan kapasitas masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan. Sebanyak 40 kader yang mengikuti pelatihan diharapkan menjadi penggerak edukasi dan pelayanan kesehatan di empat desa, sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai ruang pelayanan kesehatan yang dekat dengan keluarga.

 

Dengan penguatan dari tingkat desa tersebut, upaya pencegahan stunting diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika masalah telah muncul, tetapi semakin mengedepankan deteksi dini, edukasi, pendampingan, dan perubahan perilaku keluarga. (*)







..........
Agar kami terus tumbuh dan selalu sajikan informasi bermanfaat. Dukung bicarajambi.com, klik disini: TRAKTIR KOPI https://trakteer.id/hendry_noesae/gift

Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN

Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com

.....
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam sebagai pedoman hidup agar manusia mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, Bacalah disini 114 Surat 30 Juz: Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap