Cek Endra: Struktur Harus Hidup Hingga Akar Rumput!
BICARA POLITIK - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jambi, Drs. H. Cek Endra, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Sarolangun. Agenda ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi momentum krusial bagi partai berlambang pohon beringin tersebut untuk melakukan evaluasi total, konsolidasi kekuatan, serta mempertajam arah perjuangan politik di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko.
Dalam pidato politiknya yang bernada tegas, Cek Endra yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar menekankan bahwa Musda adalah forum strategis. Ia mengingatkan seluruh elemen partai bahwa keberadaan Golkar harus tetap relevan dan kehadirannya wajib dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Cek Endra mengajak seluruh kader di Kabupaten Sarolangun untuk menanggalkan ego sektoral dan memperkuat kekompakan. Menurutnya, semangat kebersamaan adalah modal fundamental untuk membesarkan partai.
“Golkar hanya akan besar jika seluruh kadernya solid, berada dalam satu barisan, dan bekerja bersama. Tidak boleh ada sekat-sekat internal yang menghambat gerak partai. Musda ini harus melahirkan semangat persatuan yang konkret,” tegas sosok yang akrab disapa CE ini di hadapan ratusan kader.
Visi besar Cek Endra tidak berhenti pada tataran pengurus kabupaten. Ia menginstruksikan penguatan struktur partai hingga ke tingkat paling bawah. Baginya, kemenangan politik tidak datang dari atas, melainkan dari kerja keras di tingkat akar rumput.
“Struktur partai tidak boleh hanya ada di atas kertas atau formalitas administratif semata. Mesin partai harus hidup, bergerak, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Mulai dari pengurus DPD kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa dan kelurahan, semuanya wajib aktif menyentuh hati rakyat,” ujarnya dengan nada instruktif.
Ia menambahkan bahwa kader Golkar harus memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam menyerap aspirasi. Kader dituntut tidak hanya pandai mendengar, tetapi juga cekatan dalam mengawal kepentingan rakyat serta memberikan solusi nyata atas persoalan di lapangan.
Selaras dengan doktrin Karya Kekaryaan, Cek Endra mewanti-wanti agar kader tidak menjadi “politisi musiman” yang hanya muncul menjelang pemilu. Kehadiran kader di tengah masyarakat harus bersifat berkelanjutan, baik dalam dimensi sosial, ekonomi, maupun pembangunan.
“Golkar adalah partai karya. Kader kita harus memberi manfaat nyata. Kita harus menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi warga, bukan malah menjadi bagian dari masalah,” imbuhnya.
Dalam konteks hubungan eksekutif-legislatif, Cek Endra mendorong kader Golkar untuk terus mendukung program pemerintah yang berpihak pada kepentingan umum. Namun, ia juga mengingatkan peran Golkar sebagai pengawal kebijakan agar tetap berada pada jalur yang pro-rakyat.
Menutup arahannya, mantan Bupati Sarolangun dua periode ini berharap Musda kali ini mampu melahirkan nakhoda baru yang visioner dan mumpuni dalam menggerakkan seluruh potensi partai.
“Mari kita jadikan Musda ini sebagai titik tolak untuk memperkuat Golkar di Sarolangun. Kita kembalikan kejayaan partai ini melalui kerja nyata yang menyentuh nurani rakyat,” pungkasnya menutup sambutan.(*/)
Sumber: zonabrita.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
