Tuesday, February 17, 2026

Manfaat Tak Terduga Kafein, Turunkan Risiko Demensia dan Segudang Kebaikan Lainnya


BICARA KESEHATAN
- secangkir kopi atau teh di pagi hari seringkali menjadi ritual wajib untuk memulai aktivitas. Lebih dari sekadar pengusir kantuk, kafein, stimulan alami yang terkandung di dalamnya, ternyata menyimpan potensi luar biasa bagi kesehatan kita. Berbagai penelitian ilmiah kini semakin menguak peran kafein dalam menjaga fungsi tubuh dan pikiran.


Studi terbaru secara konsisten menunjukkan adanya hubungan kuat antara konsumsi kafein moderat dengan penurunan risiko demensia, kondisi neurodegeneratif yang memengaruhi daya ingat dan kemampuan berpikir. Penemuan ini memberikan harapan baru dalam upaya pencegahan penyakit yang semakin banyak dialami seiring bertambahnya usia.


Namun, manfaat kafein tidak berhenti di situ saja. Dari meningkatkan performa fisik hingga melindungi kita dari berbagai penyakit kronis, kafein menawarkan spektrum kebaikan yang luas. Mari kita selami lebih dalam rahasia di balik stimulan populer ini dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya secara bijak untuk kesehatan optimal.


Kafein, Pelindung Otak dari Demensia: Studi Ilmiah Mengungkap Fakta


Sebuah studi berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA, melibatkan lebih dari 130.000 peserta yang dipantau selama puluhan tahun, menemukan hubungan signifikan antara konsumsi kafein moderat dan penurunan risiko demensia. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi berkafein atau satu hingga dua cangkir teh per hari memiliki risiko demensia 18% lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi sedikit atau tidak sama sekali.


Menariknya, manfaat ini terlihat terlepas dari risiko genetik seseorang terhadap kondisi neurodegeneratif tersebut. Yu Zhang, seorang mahasiswa Ph.D. di Harvard Chan School dan salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa perbandingan antara individu dengan predisposisi genetik yang berbeda terhadap demensia menunjukkan hasil yang serupa. Ini mengindikasikan bahwa kopi atau kafein kemungkinan sama-sama bermanfaat bagi mereka yang memiliki risiko genetik tinggi maupun rendah terhadap demensia. Dr. Daniel Wang, asisten profesor di Harvard Medical School dan penulis senior studi, menambahkan bahwa kafein dapat menjadi intervensi diet yang menjanjikan dalam mencari alat pencegahan demensia. Studi ini juga menegaskan bahwa efek perlindungan tidak muncul pada peminum kopi atau teh tanpa kafein, memperkuat dugaan bahwa kafein adalah komponen kunci yang berkontribusi terhadap manfaat tersebut.


Penelitian jangka panjang seperti ini, yang mengumpulkan data dari puluhan ribu orang dewasa selama beberapa dekade, memberikan bukti kuat tentang dampak kafein pada kesehatan otak. Studi ini, yang menggabungkan data dari Nurses' Health Study dan Health Professionals Follow-up Study di Amerika Serikat, menjadi salah satu kajian kesehatan paling komprehensif hingga saat ini.


Lebih dari Sekadar Otak: Manfaat Kafein untuk Kesehatan Menyeluruh

Selain perannya sebagai pelindung otak dari demensia, kafein juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan lainnya untuk tubuh:


Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Memori: Kafein dapat membantu meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan waktu reaksi. Penelitian dari Johns Hopkins University pada tahun 2014 menunjukkan bahwa kafein dapat membantu meningkatkan daya ingat, di mana peserta yang mengonsumsi tablet 200 miligram kafein mampu meningkatkan daya ingat mereka setelah 24 jam.

Meningkatkan Suasana Hati dan Kesehatan Mental: Kafein dapat membantu orang dengan depresi karena merangsang dopamin, zat kimia di otak yang berperan dalam motivasi kesenangan dan pembelajaran. Tingkat dopamin yang rendah dikaitkan dengan perkembangan penyakit Parkinson. Konsumsi kopi atau teh yang mengandung kafein juga dapat memperbaiki suasana hati.


Perlindungan Terhadap Penyakit Tertentu:

- Penyakit Kardiovaskular: Studi menunjukkan bahwa mereka yang secara teratur mengonsumsi minuman berkafein mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular.

- Kanker: Kafein dikaitkan dengan penurunan risiko kanker hati, endometrium, kulit, dan leher. Manfaat ini juga berasal dari senyawa antioksidan lain dalam kopi seperti flavonoid dan polifenol.

- Diabetes: Kafein dapat membantu melindungi jantung dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.


Meningkatkan Performa Fisik: Kafein dapat meningkatkan energi saat berolahraga, membantu otot bekerja lebih efisien, dan menunda rasa lelah. Hal ini membuat tubuh lebih tahan lama dalam melakukan latihan fisik.

Kesehatan Hati: Kafein dapat membantu menjaga kesehatan hati.

Meredakan Sembelit: Kafein dapat merangsang kontraksi otot di usus besar, membantu melancarkan buang air besar.


Bijak Mengonsumsi Kafein: Batas Aman dan Waktu Terbaik

Meskipun kafein menawarkan banyak manfaat, penting bagi Sahabat Fimela untuk mengonsumsinya dalam batas aman. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan batas harian 400 miligram kafein untuk orang dewasa sehat. Jumlah ini setara dengan sekitar 2-4 cangkir kopi standar per hari, tergantung pada jenis kopi dan metode penyeduhannya.


Konsumsi kafein berlebihan dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala, gangguan tidur seperti insomnia, kecemasan, gelisah, dan masalah pencernaan. Bagi individu yang sensitif, bahkan satu cangkir kopi saja sudah bisa menyebabkan tekanan darah meningkat dan sulit tidur. Oleh karena itu, penting untuk mendengarkan sinyal tubuh dan menyesuaikan asupan kafein sesuai toleransi pribadi.


Para ahli menyarankan waktu terbaik untuk minum kopi adalah tiga atau empat jam setelah bangun tidur dan pada sore hari, saat produksi hormon kortisol mulai menurun. Menghindari konsumsi kafein setidaknya 6-7 jam sebelum tidur juga dapat membantu mencegah gangguan tidur. Dengan mengonsumsi kafein secara bijak, Sahabat Fimela dapat memaksimalkan manfaatnya tanpa harus khawatir akan efek samping negatif.


Kafein, terutama dari kopi dan teh, telah terbukti memiliki potensi besar dalam melindungi kesehatan otak dan mengurangi risiko demensia, serta menawarkan berbagai manfaat kesehatan lainnya. Namun, seperti halnya zat lain, moderasi adalah kunci. Konsumsi dalam jumlah yang direkomendasikan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat untuk mendukung kesejahteraan jangka panjang. Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memahami sepenuhnya mekanisme di balik manfaat-manfaat ini.


Sumber: fimela.com



Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com