Friday, February 20, 2026

Satu Tahun Kepemimpinan Maulana-Diza: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masyarakat Meningkat


BICARA KOTA JAMBI
-  Pemerintahan Kota Jambi dibawah Kepemimpinan Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menandai satu tahun masa bakti sejak dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu, dengan capaian konkret di bidang ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan Tata Kelola Pemerintah.


Melalui kerja nyata yang responsif berpijak pada visi Pembangun Kota Jambi Bahagia, dengan 11 program unggulan, yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, pemerintah menegaskan arah pembangunan berkelanjutan: melanjutkan yang baik, memperbaiki yang belum baik, dan memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh rakyat yang berlandaskan kesejahteraan masyarakat.


Disatu tahun kepemimpinan 20 Februari 2026 ini, merujuk data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tahun 2025 tercatat stabil di kisaran 4.75%, sementara tingkat inflasi (m-to-m) 2025|0.34%.


Stabilitas makroekonomi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditunjukkan pada angka kemiskinan Kota Jambi yang turun, dari 7.73% ditahun 2024 menjadi 7.69% ditahun 2025. Dengan target sebesar 6.70% ditahun 2030, mencerminkan investasi, dunia usaha dan ekonomi kreatif yang menyerap tenaga kerja semakin pulih.


Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa dengan posisi geostrategis, sektor dunia usaha dan investasi menjadi salah satu pilar ketahanan terhadap perekonomian. Hal itu tampak pada angka Gini Ratio (GR) tahun 2025 diangka 0.339, turun dibandingkan tahun 2024, sebesar 0.395.


Sebagai pusat wilayah dan Ibukota Provinsi Jambi, dengan luas 169,89 KM², terdiri dari 11 Kecamatan dan 68 Kelurahan, dengan jumlah penduduk 641.020 jiwa. Dibawah Kepemimpinan Maulana – Diza Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berangsur mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya berada diangka 81.77 menjadi 82.32 ditahun 2025. Dengan tingkat Pengangguran Terbuka 7.08%, angka ini turun dibandingkan 2024 diangka 7.38%. Hal ini bentuk keberhasilan pembangunan dibidang dunia pendidikan


Perbandingan PDRB (ADHB), Income Perkapita dalam rentang waktu satu tahun kepemimpinan juga menunjukkan tren positif, Tahun 2024 Pendapatan sebesar Rp 43.375,48 miliar, naik Rp 3.224,70 miliar dari 2023: Rp 40.150,78 miliar. Ini menunjukkan pemulihan dan ekspansi aktivitas ekonomi lokal yang relevan bagi sektor budaya dan kreatif. Sejalan dengan target Rumel, pelatihan Balikat, dan akses pembiayaan Banharkat untuk pelaku lokal.


Pemerintah Kota Jambi optimistis tren positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur pendukung investasi, serta pengembangan sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lebih luas, sehingga memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat.


Di sisi lain, tantangan masih ada. Penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya memenuhi target, dan tekanan global seperti fluktuasi harga energi, ketegangan geopolitik, serta transisi industri hijau masih menuntut kewaspadaan tinggi. Pemerintah Kota dituntut menjaga keseimbangan antara kebijakan populis dan keberlanjutan fiskal jangka panjang.


Meski demikian, capaian satu tahun ini dapat dikategorikan sebagai fondasi kuat menuju arah ekonomi yang lebih tangguh. Fokus berikutnya adalah akselerasi investasi produktif, penguatan industri hilir, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta dorongan inovasi digital dan ekonomi hijau yang berkelanjutan yang saat ini tengah didongkrak oleh Maulana -Diza.


Keberhasilan menjaga inflasi rendah, serta pertumbuhan yang stabil di tengah ketidakpastian global menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha. Hal ini memperlihatkan ketahanan fundamental ekonomi Kota Jambi sekaligus membuka peluang ekspansi di berbagai sektor strategis.


Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat tidak terlepas dari berjalannya seluruh program unggulan Kota Jambi Bahagia dalam fase 1 tahun kepemimpinan Maulana – Diza, meski berbagai tantangan menghadang, terutama tentang pengurangan alokasi transfer pusat ke daerah. Meski demikian, Pemkot Jambi dapat menghadapinya dengan melakukan efektivitas belanja, dan mengurangi ketergantungan daerah pada pusat, melalui pemanfaatan dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan potensi lokal secara optimal. Hal itu telah dibuktikan dengan tercapainya target PAD hingga 109%.


Satu tahun kepemimpinan Maulana – Diza bagi Kota Jambi telah menandai masa transisi menuju ekonomi yang lebih efisien, inklusif, dan berorientasi masa depan. Tantangan masih besar, tetapi fondasi sudah diletakkan dengan baik. Kini tugas bersama pemerintah dan masyarakat adalah menjaga momentum pertumbuhan agar ekonomi Kota Jambi semakin berdaulat dan berkeadilan dalam mewujudkan Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa Yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif dan Sejahtera (BAHAGIA). (*/)




Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com