Sunday, May 24, 2026

Fachri Matlawa asal Papua di JCF 2026


BICARA PANGGUNG
- Jambi Cultural Festival (JCF) 2026 diselenggarkan oleh Yayasan Arus Budaya, pada 16 s.d 18 Juli 2026 di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi.


Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jambi melalui UPTD Taman Budaya Jambi ini, untuk tahun 2026 meluaskan jangkauannya se-Indonesia yang akan diikuti 6 Koreografer. Sebelumnya JCF 2025 berasal dari 4 provinsi di pulau Sumatera, JCF 2024 asal Jambi 4 koreografer.


Keenam koreografer yang terpilih adalah:
1. Tri putra Mahardhika, asal Jambi 
2. ⁠Muhammad Fahrul, asal Kalimantan Barat 
3. Fachri matlawa, asal Papua 
4. ⁠Shafira emeralda, asal Bangka belitung 
5. ⁠I Putu Oka Surya Pratama, asal Bali 
6. ⁠Ahmad Ghozali, asal Mentawai-Sumatera Barat


Koreografer: Fachri Matlawa
Asal: Papua


Ayi panggilan akrabnya adalah pemuda berdarah Sulawesi namum tumbuh dan besar di Papua. Ia adalah seniman yang tumbuh dan pikirannya tak pernah lepas dari denyut tanah Papua.


Fokusnya bukan sekedar estetika, ia menggumuli isu-isu hanya dari tanah Papua dnegan cara yang otentik, keras, tapi tak pernah kehilangan ruh. Setiap karya yang belakangan kerap ia pentaskan adalah luapan dari tubuh Papua yang hidup tak bisa dibungkam, tak bisa dipalsukan.


JCF 2026, Ayi akan menampilkan sebuah karya tarian yang seperti biasa tetap membawa guncangan dari ujung timur Indonesia. Bukan sekedar cerita, melainkan gugatan halus yang dikemas dalam gerak, irama, dan ingatan tak sudi dilupa.


Kira-kira karya apa yang akan disuguhkan oleh Fahrul? Mari datang dan saksikan JCF 2026


"Adapun tema JCF 2026, kami mengangkat tradisi masyarakat asli setempat "bukan sebagai kenangan, melainkan jawaban" di tegah Krisis sosial yang merenggut gotong royong, tradisi mengajarkan Kembali kebersamaan. Dalam tekanan ekonomi yang meminggirkan yang kecil, kearifan lokal menawarkan ekonomi yang adil dan berakar," Terang Ichalago, Direktur Festival.



"Saat lingkungan terancam oleh eksploitasi, masyarakat asli justru menjaga bumi dengan hormat. Tema ini mengajak kita pulang, bahwa menyelamatkan tradisi sama dengan menyelamatkan manusia, mata pencaharian dan alam. Bukan nostalgia, tetapi Gerakan hidup untuk masa depan yang lebih manusiawi," Tambahnya lagi. (*/)











Follow bicarajambi.com
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
Bisnis Klik Tautan Ini: PEMASANGAN IKLAN


Ikuti info terbaru bicarajambi.com di 
Channel bicarajambiDOTcom melalui
WhatsApp dan Telegram


Peringatan Penting!
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin informasi/berita/konten/artikel, namun dengan mencantumkan sumber bicarajambi.com