HUT ke-19, Momentum PHE Memperkuat Kolaborasi dan Berbagi untuk Negeri
BICARA MIGAS – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 melalui rangkaian kegiatan syukuran dan santunan lintas agama yang diselenggarakan di kantor PHE Plaza 89, Jakarta, pada Senin (29/6/2026). Mengusung tema "Energizing Collaboration for Sustainable Growth", peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan, Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini, jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PHE, serta Direksi Anak Perusahaan dan afiliasi PHE.
Sebagai bagian dari peringatan HUT ke-19, PHE menyalurkan santunan kepada empat yayasan lintas agama, yakni Yayasan Arrozak, Yayasan Hati Yabes Indonesia, Yayasan Candra Bakti, dan Yayasan Vihara Tri Dharma Guna. Bantuan tersebut diberikan kepada 80 anak dan lima pembina yayasan dengan total nilai Rp101,25 juta, yang mencerminkan komitmen PHE untuk terus menghadirkan dampak sosial yang inklusif bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa tema HUT ke-19 PHE sejalan dengan tantangan industri energi yang semakin dinamis. Menurutnya, pertumbuhan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat dan terintegrasi. Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE memiliki peran strategis sebagai tulang punggung produksi migas nasional sekaligus kontributor utama penciptaan nilai perusahaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kinerja produksi, meningkatkan efisiensi, memperkuat cadangan migas, serta mempercepat eksplorasi dan pengembangan sumber daya baru untuk mengantisipasi penurunan alami produksi. Selain itu, seluruh insan PHE diharapkan terus memperkuat sinergi lintas fungsi, mengedepankan budaya One PHE, serta menjadikan aspek HSSE sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, turut menyampaikan apresiasi atas perjalanan PHE selama 19 tahun. Ia menilai PHE memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan optimistis target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah dapat dicapai melalui kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh perwira PHE bersama keluarga besar Pertamina.
Sementara itu, Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwira atas kontribusi yang telah mengantarkan perusahaan menjaga kinerja di tengah tantangan industri migas yang semakin kompleks. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar aset PHE merupakan lapangan migas mature dengan tingkat risiko operasional yang tinggi. Meski demikian, perusahaan berhasil mempertahankan kinerja HSSE dengan pencapaian zero fatality dan zero lost time injury (LTI).
Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, PHE terus memperkuat portofolio melalui eksplorasi wilayah-wilayah prospektif, termasuk Natuna, Melati, Bobara, dan kawasan Indonesia Timur, serta mengakselerasi strategi merger and acquisition guna menjaga keberlanjutan produksi. "Kolaborasi menjadi kunci pertumbuhan perusahaan dengan tetap menempatkan HSSE sebagai prioritas utama," ujar Awang.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama PHE, Denny Januar Ali, mengajak seluruh perwira untuk terus membuka peluang pengembangan sumber daya migas nonkonvensional (MNK) sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Melalui peringatan HUT ke-19 ini, PHE menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial, sejalan dengan perannya sebagai penggerak utama ketahanan energi Indonesia.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom
