Kembangkan Tari Ngebeng, TBJ Gelar Workshop untuk Ciptakan Karya Pengolahan dan Ekprrementasi
BICARA PANGGUNG - Taman Budaya Jambi gelar Wokshop Tari, pada 23-24 Juni 2026 di Studio tari Putri Pinang Masak, guna hasilan karya pengolahan dan eksperimentasi melalui pengembangan tari tradisi, yaitu Ngebeng.
Peserta workshop berasal dari pelaku, penggiat, koreografer, pelajar dan mahasiswa di Jambi. Dengan narasumber Samsul Bahri, Dwi Asti Wulan Jani, dan Mugi Ari Saputra.
Tari Ngebeng merupakan salah satu ekspresi budaya masyarakat Jambi yang mengandung nilai-nilai sosial, kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, serta merepresentasikan identitas budaya lokal. Sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan Objek Pemajuan Kebudayaan, Tari Ngebeng perlu terus diaktualisasikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai esensial yang terkandung di dalamnya.
Taman Budaya Jambi sebagai lembaga yang memiliki fungsi pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan memandang penting dilaksanakannya Workshop Tari Berbasis Tari Ngebeng sebagai ruang kreatif bagi para seniman tari untuk melakukan pengkajian, pengolahan, dan eksperimentasi artistik terhadap sumber tradisi.
Workshop ini diarahkan untuk menghasilkan karya tari baru yang berangkat dari Tari Ngebeng melalui dua pendekatan penciptaan, yaitu karya pengolahan dan karya eksperimentasi. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas kemungkinan artistik sekaligus menjaga keterhubungan karya dengan akar tradisinya.
Sebagai pengayaan pengetahuan, tari Ngebeng asal kabupaten Batanghari. Tari Ngebeng adalah Nari atau nyoget dengan 'Bebancian' dimana penari laki-laki berpakaian wanita (kebaya) yang di hias sedemikan rupa sehingga menyerupai wanita, karna zaman dahulu wanita dianggap tabu untuk berkesenian apa lagi Menari serta sangat memegang teguh ajaran agama.
Di rambutan Masam gerakan ngebeng itu Identik dengan ayam Ngepek sehingga gerakan yang dimainkan hamper menyerupai Ayam yang lagi mendekati pasangannya dengan mengembang-ngembakan sayapnya, ngebeng ini biasa ditampilkan ketika Hajatan pengantin, Beselang, pesta Rakyat dan menyambut tamu-tamu kehormatan yang datang ke Desa Rambutan Masam, kabupaten Batanghari, Jambi.
Adapun sumber pendanaan kegiatan berasal dari DAK Nonfisik BOP Museum dan Taman Budaya Tahun 2026 dan dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip akuntabilitas.
Dari Workshop ini, diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus mendorong inovasi, sehingga Tari Ngebeng tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah dinamika seni pertunjukan masa kini.(*/)
Facebook @bicarajambidotcom
Twitter/X @bicarajambidotcom
Instagram @bicarajambidotcom
Tiktok @bicarajambicom
Youtube @bicarajambidotcom

.jpeg)